Wagub DKI Sebut Banyak Kafe & Tempat Hiburan Langgar Jam Operasional

Wagub DKI Sebut Banyak Kafe & Tempat Hiburan Langgar Jam Operasional
Berita

Wagub DKI Sebut Banyak Kafe & Tempat Hiburan Langgar Jam Operasional

Merdeka. com kepala Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebutkan masih banyak kafe-kafe atau biar tempat hiburan yang melanggar tanda operasional meski sudah ada perut aturan hukumnya yaitu Ingub 64/2020 dan Sergub 17/2020.

“Masih banyak laporan pelanggaran pertama kafe- kafe dan tempat per karena tidak mematuhi jam operasional (diatur dalam Sergub 17/2020). Awak minta tolong kesadaran para pengelola agar tidak melebihi batas, ” ujar Riza di Balai Kota Jakarta, Selasa (22/12).

Dia mengatakan Pemprov DKI telah menggandeng TNI dan Polri untuk menangani tegas jika menemukan kafe dengan melanggar. Ia juga meminta kepada warga DKI Jakarta kalau menemukan kafe atau pun tempat per yang melanggar agar segera melaporkan ke Satgas Covid-19 terdekat.

“Misalnya ditemukan sudah sejak minggu lalu yang dilaporkan awak (ada kerumunan) kalau bisa dibuktikan ya kami berikan sanksi. Jadi kami minta jangan main- berperan para pemilik kafe dan pemilik tempat hiburan. Kalau ada dengan laporkan dua minggu lalu dalam kafe itu ada kerumunan, dia kami sanksi. Kami pasti silakan pelajaran, jangan sampai mikir kalau misalnya lolos hari ini besok-besok engga. Tentu kami kejar, ” tegasnya.

Ia mengatakan tak akan ada sistem tebas pilih dalam penindakan pelanggaran aturan kesehatan selama masa pengendalian pergerakan masyarakat di akhir tahun 2020.

“Kalau enggak ditindak marahi saya, tegur saya. Kita enggak tebang pilih untuk pemberian sanksi, ” katanya.

Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta mengeluarkan Ingub 64/2020 dan Sergub 17/2020 untuk mengendalikan pergerakan kawula di masa libur natal 2020 dan tahun baru 2021. Tersedia pun inti dari dua payung hukum itu adalah pembatasan tanda operasional dan kapasitas di dewan, tempat makan, kafe, hingga wadah wisata. [eko]

Back To Top