TPST Piyungan Ditutup, Sampah di Yogyakarta Membludak

TPST Piyungan Ditutup, Sampah di Yogyakarta Membludak
Berita

TPST Piyungan Ditutup, Sampah di Yogyakarta Membludak

Merdeka. com – Tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Piyungan yang berada di Ngablak, Sitimulyo, Piyungan, Bantul ditutup sementara oleh warga setempat. Penutupan TPST Piyungan ini sudah dilakukan sejak Jumat (18/12) lalu.

Kelanjutan penutupan ini, hingga Senin (21/12) tumpukan sampah nampak membludak dalam Kota Yogyakarta. Sejumlah depo tempat pembuangan sampah di Kota Yogyakarta pun terpaksa ditutup sementara biar tidak semakin banyak sampah dengan menumpuk.

Juru Cakap Warga Sekitar TPST Piyungan, Maryono mengatakan warga memblokir akses penyingkiran sampah karena menuntut kompensasi sebesar perbaikan dari fasilitas di kira-kira TPST Piyungan.

Maryono menjabarkan bahwa sejak musim penghujan, air limbah maupun air hujan dari TPST Piyungan masuk ke dalam rumah warga di Kawasan Lengkong, RT 06. Air tersebut mencemari pemukiman warga.

“Air hujan atau air limbah itu masuk ke pemukiman awak Lengkong, RT 06. Bukan saja merembes lagi, itu air meresap ke rumah warga karena tak ada drainase, ” ungkap Maryono saat dihubungi, Senin (21/12).

Maryono menjabarkan selain itu, warga juga merasa kesulitan akses jalan karena antrean truk kotor setiap harinya di TPST Piyungan. Maryono menuturkan setiap harinya, antrean truk sampah bisa mencapai bertambah dari satu kilometer. Sementara buat proses pembuangan sampah dari satu truk bisa membutuhkan waktu 4 hingga tiga jam.

“Ya ini karena overload sejak TPST Piyungan. Sudah sejak 2012 lalu overload tapi selalu dipaksa dan dipaksa. Akibatnya selalu ada kendala dan dampak yang dirasakan warga sekitar, ” ungkap Maryono.

Maryono menegaskan bahwa ada sejumlah tuntutan dari warga sekitar TPST Piyungan. Diantaranya merupakan pembuatan drainase agar air limbah dan air dari tumpukan kotor tak masuk ke pemukiman masyarakat. Kemudian perluasan area TPST Piyungan yang sudah overload, penerangan dalam area TPST Piyungan dan adanya fogging untuk pengendalian populasi nyamuk.

“Jika tuntutan tersebut dipenuhi, warga akan membuka kembali akses truk sampah masuk ke TPST Piyungan, ” tegas Maryono.

Sementara itu, Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji membenarkan bahwa terjadi penutupan sementara akses truk pembuangan sampah ke TPST Piyungan. Aji menjabarkan bahwa abu membuat kondisi TPST Piyungan airnya mengalir sampai kemana-mana, salah satunya ke pemukiman warga.

Aji menuturkan bahwa pihak pemimpin TPST Piyungan akan segera mengatasi permasalahan tersebut. Diharapkan dengan pengerjaan drainase dan pengerukan bisa segera merampungkan masalah dan TPST Piyungan bisa segera beroperasi lagi.

“Saat ini pengelola medium mengupayakan supaya bisa segera atasi misalnya membuat saluran air dan lain-lain. Kemudian pengurukan baik menggunakan tanah atau pasir sedang diupayakan oleh pengelola. Mudah-mudahan dalam masa tidak terlalu lama bisa kita siapkan semua operasional, ” menguraikan Aji. [eko]

Back To Top