Tetap Kebal Corona, Pria ini Tenggak Arak Bercampur Susu dan Mamah Obat Nyamuk Bakar

Tetap Kebal Corona, Pria ini Tenggak Arak Bercampur Susu dan Mamah Obat Nyamuk Bakar
Berita

Tetap Kebal Corona, Pria ini Tenggak Arak Bercampur Susu dan Mamah Obat Nyamuk Bakar

Merdeka. com – La Buan, pria dengan berprofesi sebagai buruh di Raha, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, menghasilkan heboh media sosial usai rekaman videonya tersebar. Dia mengaku kebal dari penularan virus corona.

Pria berusia sekitar 40 tahun lebih it sehari-hari main serabutan di Pasar Laino, Kabupaten Muna. Kata sejumlah rekannya, La Buan juga memiliki keterampilan montir di bengkel motor yang kala membutuhkan jasanya. Dalam video berdurasi 1. 56 menit itu, La Buan sedang nongkrong bersama rekan-rekannya.

Di tangan kanannya, memegang sebotol arak dicampur susu. Sedangkan di tangan kirinya, dia menggenggam satu gulungan obat nyamuk bakar.

La Buan cukup percaya diri mengatakan, tak pernah percaya pandemi Corona Covid-19 masuk di kampungnya. Dia makin bersumpah, tak takut virus yang sudah menyebabkan ratusan kasus moralitas di seluruh Indonesia itu.

“Yakini bahwa di Muna ini, tidak ada Corona, ” ujar La Buan, di aliran kamera.

Dia melanjutkan, bermimpi bertemu sesosok tokoh yang dikeramatkan warga masyarakat di kian. Sambil membuka baju yang dikenakannya, dia mengangkat tinggi-tinggi botol berarakan dan gulungan anti nyamuk.

“Di Raha (ibu tanah air kabupaten) sini, tiada Corona, omong kosong!!!, ” katanya.

Usai mengucapkan kata-kata itu, La Buan kemudian meminum arak berpadu susu. Setelah itu, pria dengan memiliki tato pada kedua lengan dan dada kanannya itu, juga memakan obat nyamuk bakar.

Aksinya sempat memancing sebesar pemuda yang merekam aksinya keder ngeri. Tidak sampai di situ, usai menggigit anti nyamuk, ia mengunyah potongan anti nyamuk tersebut hingga halus dan kemudian menelannya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sultra, dr La Ode Rabiul Awal sempat tertawa. Dia menguatkan, tidak ada pengaruh atau penelitian secara akademis dan ilmu kesehatan yang membenarkan aksi nekat La Buan.

“Kalau alkohol untuk cuci tangan atau menghapuskan tubuh bagian luar untuk mencabut kuman, bisa masuk akal. Tetapi, kalau diminum belum ada penelitian. Itu mungkin hanya candaan saja, ” tegasnya.

Terbaru, Sultra terkonfirmasi memiliki 62 peristiwa positif Covid-19. Ada sembilan peristiwa baru yang masuk pada Kamis (30/4), sehari sebelumnya hanya 53 kasus positif. [cob]

Back To Top