Seorang Petani Bondowoso Temukan 7 Kg Koin Kuno saat Menanam Cabai

Seorang Petani Bondowoso Temukan 7 Kg Koin Kuno saat Menanam Cabai
Berita

Seorang Petani Bondowoso Temukan 7 Kg Koin Kuno saat Menanam Cabai

Merdeka. com awut-awutan Peninggalan usang kembali ditemukan di Bondowoso, Jawa Timur. Ratusan koin kuno dengan diduga sebagai peninggalan bersejarah ditemukan seorang warga saat sedang mencangkul sawah.

“Saat tersebut saya akan menanam cabai di lahan sawah saya. Awalnya kami kira itu bekas traktor tangan, ” ujar Hanan, warga Desa Karang Tengah, Desa Sumber Salam Kecamatan Tenggarang Bondowoso yang menjadi penemu koin kuno tersebut, Kamis (17/12).

Kecurigaan Hanan bertambah. Sebab benda logam penuh tersebut sulit dicangkul dan berukuran besar. “Saya sampai pakai linggis dan palu, awalnya mau kami hancurkan, ” papar Hanan.

Saat berhasil diangkat, koin-koin tersebut masih menyatu. Saat ditimbang, mencapai lebih dari 7 kilogram “Ada ukiran seperti aksara China dan lubang di tengah, ” ujar Hanan.

Beruntung, Hanan memiliki kesadaran untuk melaporkannya kepada pemerintah. Kasi Sejarah Dan Kepurbakalaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso, Heri Kusdaryanto langsung turun ke lokasi begitu mendapat kabar tersebut.

“Kira koordinasikan dengan Balai Pelestarian Cagar Kebiasaan (BPCB) Jawa Timur di Trowulan, Mojokerto. Koin-koin tersebut akan diambil sampel untuk dibawa ke BPCB untuk kepentingan analisa selanjutnya, ” kata Heri.

Tim Ahli dari BPCB selanjutnya bakal meneliti jenis dan sejarah koin. “Metode lain, kita juga akan cocokkan dengan temuan lain buat mencari kemungkinan keterkaitan dengan penemuan-penemuan sebelumnya, ” terang satu-satunya ASN berlatar belakang pendidikan arkeologi di Pemkab Bondowoso ini.

Dugaan sementara, koin-koin tersebut digunakan sebagai pelengkap upacara dan terkait dengan tradisi megalitikum.

“Temuan seperti ini juga penuh di Pekauman, Lereng Argopuro, dalam daerah timur juga banyak. Di Grujugan juga banyak bahkan sudah diteliti oleh Puslitarkenas, ” membentangkan Heri.

Keunikan koin-tersebut yakni terdapat tulisan menyerupai huruf China di bagian depan. Tatkala di bagian belakang polos secara lubang kecil di tengah.

“Jika dilihat dari patinasi, bahan koin kemungkinan berasal dibanding perunggu karena memiliki patina beragam hijau. Untuk sementara kita nunggu hasil dari BPCB saja, ” ujar alumnus Arkeologi Universitas Udayana Bali ini.

Heri mengapresiasi kesadaran warga untuk melaporkan temuan tersebut ke Pemkab Bondowoso. Berdasarkan UU Cagar Budaya pencetus 23 dan 24, setiap kekayaan cagar budaya yang ditemukan harus melaporkan kepada pemerintah. [cob]

Back To Top