Sehari 8 Warga Yogyakarta Meninggal Dunia saat Isolasi Mandiri

sehari-8-warga-yogyakarta-meninggal-dunia-saat-isolasi-mandiri-1
Berita

Sehari 8 Warga Yogyakarta Meninggal Dunia saat Isolasi Mandiri

Merdeka.com – Delapan warga Kota Yogyakarta meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri (isoman), Senin (12/7). Kematian saat isolasi mandiri ini terjadi bersamaan saat lonjakan kasus pasien positif Covid-19 terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta Nur Hidayat mengatakan, 31 warga dimakamkan dengan protokol kesehatan pada Senin (12/7) siang. Delapan di antaranya meninggal dunia saat menjalani isoman.

Hidayat memaparkan sejak terjadi lonjakan kasus di Kota Yogyakarta, angka pemakaman warga dengan protokol Covid-19 meningkat lima kali lipat. Padahal sebelumnya hanya tiga hingga lima kali jenazah yang dimakamkan dengan protokol serupa dalam sehari.

“Naik lima kali lipat. Sekarang sehari bisa memakamkan 20-25 jenazah dengan protokol kesehatan. Beberapa hari terakhir ada 30-an kasus,” jelas Hidayat saat dihubungi, Senin (12/7).

“Sedang yang isoman meninggal sebelum ledakan (kasus Covid-19) tidak ada. Beberapa hari terakhir tiga sampai lima yang meninggal saat isoman. Hari ini termasuk tinggi, ada delapan,” sambung Hidayat.

Hidayat memaparkan bahwa warga yang meninggal saat isoman ini tidak bisa dirawat di rumah sakit karena penuh. Dia merinci warga yang meninggal saat isoman ini kebanyakan sudah berusia lanjut atau mempunyai komorbid.

Banyaknya pemakaman jenazah dengan protokol kesehatan membuat BPBD Kota Yogyakarta saat ini melibatkan masyarakat setempat dalam pemulasaraan. Di tiap kecamatan ada tim penguburan dengan protokol kesehatan.

“Di seluruh kecamatan sekarang ada tim kubur Covid-19. Ada empat sampai lima tim di masing-masing kecamatan. Harapannya agar jenazah tidak perlu menunggu waktu lama untuk pemulasaraan,” pungkas Hidayat. [yan]

Back To Top