Satu Pejabat di Papua Barat Dinyatakan Positif Covid-19

Satu Pejabat di Papua Barat Dinyatakan Positif Covid-19
Berita

Satu Pejabat di Papua Barat Dinyatakan Positif Covid-19

Lepas. com – Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, menyatakan seorang pejabat tinggi pratama atau eselon II di dunia Pemerintah Provinsi Papua Barat dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Hasil itu didapat setelah pekan lalu, puluhan pejabat Pemprov Papua Barat melakukan pemeriksaan usap tenggorokan (swab), tercatat gubernur dan Wakil Gubernur, Mohamad Lakotani.

“Dari penyeliaan melalui metode real time polymerase chain reaction (PCR) di lab. Rumah Sakit umum (RSU) Provinsi Papua Barat di Manokwari itu, satu orang pejabat dinyatakan nyata COVID-19, ” katanya. Demikian dikutip dari Antara, Kamis (2/7).

“Tidak apa-apa, yang istimewa setelah ketahuan positif kita celik daya tahan tubuh, konsumsi obat dan vitamin serta taat kepada protokol penanganan. Kita berdoa, tetap, semoga segera sembuh. Terbukti banyak pasien di Papua Barat yang sudah sembuh, ” tambah gubernur.

Ia menjelaskan, pemeriksaan Covid-19 bagi pejabat ini dilakukan dalam rangka persiapan menuju penerapan normal baru pada pelayanan Pemprov Papua Barat. Di sisi lain, hal ini untuk memotivasi umum agar bersedia memeriksakan diri secara sukarela.

“Masih ada pejabat yang belum periksa, kalau tidak salah sekitar sembilan karakter. Maka saya imbau segera kabur ke rumah sakit provinsi, petugas selalu siap setiap saat, ” katanya.

Menurut dia, pandemi Covid-19 membawa dampak buruk pada setiap sektor, termasuk servis pemerintah yang kurang maksimal. Karena itu, normal baru harus dikerjakan agar roda pemerintahan dan pendirian berjalan lancar.

“Pada masa siaga sampai tanggap darurat kita berlakukan kerja dari sendi, tapi tetap harus ada yang piket di kantor. Sebentar sedang kita akan masuk seperti umum tapi dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, ” katanya.

Dia menambahkan, pemeriksaan Covid-19 bagi pejabat untuk memastikan bahwa seluruh pejabat siap untuk berfungsi seperti biasa. Selain eselon II, pejabat eselon III dan IV serta staf diharapkan juga bisa melakukan pemeriksaan selanjutnya.

“Alat kita terbatas, terutama ‘reagen’ sehingga belum bisa semua melakukan tes swab. Kita sudah perintah lagi, mudah-mudahan segera tiba, ” tutup Dominggus Mandacan. [lia]

Back To Top