Rizieq Syihab Beberkan Alasan 2 Kali Tak Penuhi Panggilan Polisi Perkara Kasus Kerumunan

Rizieq Syihab Beberkan Alasan 2 Kali Tak Penuhi Panggilan Polisi Perkara Kasus Kerumunan
Berita

Rizieq Syihab Beberkan Alasan 2 Kali Tak Penuhi Panggilan Polisi Perkara Kasus Kerumunan

Lepas. com – Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Syihab membeberkan alasannya dua kali tak menghadiri panggilan polisi terkait kasus kerumunan diusut pemeriksa Polda Metro Jaya. Rizieq membantah mangkir dari pemeriksaan polisi.

“Saya juga tidak sudah mangkir dari panggilan Polda Metro Jaya. Nah kenapa saya katakan saya tidak pernah mangkir, di dalam panggilan yang pertama yaitu agenda 1 Desember 2020, ketika itu saya tidak bisa memenuhi seruan, saya kirim pengacara. Pengacara dateng ke sana, bertemu dengan pemeriksa menyampaikan surat secara resmi menimbulkan penundaan dan Alhamdulillah penyidik bisa memahami dan menerima, akhirnya meluluskan bahwa saya diundurkan pada panggilan kedua, ” kata Rizieq dalam sebuah video ditayangkan kanal Youtube Front TV, Sabtu (12/12) pagi buta.

Namun Rizieq mengiakan juga tak bisa menghadiri penjagaan sebagai saksi terkait kasus kerumunannya pada panggilan kedua yang anjlok pada Senin (7/12) kemarin awut-awutan. Hal itu dikarenakan kondisi kesehatannya belum pulih. Kemudian dia mengutus kuasa hukum menemui penyidik kepolisian . Dalam kesempatan itu, kuasa hukum menyampaikan bahwa Rizieq bakal menghadiri pemeriksaan dalam Senin (14/12) lusa.

“Nah pada hari itu pula di pagi hari, Senin tanggal 7 Desember ada kesepakatan yakni dengan para pengacara dengan para penyidik juga dengan keridhoan saya di mana kita sepakat kalau saya akan datang ke Polda Metro Jaya pada hari Senin tanggal 14 Desember 2020, itu sudah merupakan satu komitmen. Berarti komitmen, kita akan datang, Insya Allah sehat walafiat tidak ada halangan lagi, ” ujar Rizieq.

Akan tetapi, sirih Rizieq, pada Senin (7/12) tersebut, dia dikejutkan dengan pengumuman kepolisian terkait penembakan terhadap enam tentara FPI yang mengawalnya. Saat tersebut, Rizieq menceritakan terkait penembakan dialami pengawalnya diperkirakan dilakukan orang tidak dikenal.

“Nah dengan perlu disini saya sampaikan serupa pada hari yang sama yakni tanggal 7 di hari Senin tersebut secara mengejutkan bagaimana kita tahu semua, di siang hari. Bapak Kapolda Metro Jaya mencanangkan tentang tragedi penembakan 6 angkatan FPI yang selama ini taat mengawal saya. Nah tentu ini satu peristiwa sebetulnya tidak tersedia sangkut paut soal panggilan kami, maka itu pada pagi hari itu saya tetap kirim pengacara, saya tetap mengurus urusan seruan. Karena memang kita tidak pernah sangka penembakan itu berkaitan dengan Polda Metro. Karena saat tersebut kami masih mengira kalau tersebut adalah orang tak dikenal, setelah itu yang mengejutkan kami di dalam hari Kamis tanggal 10 Desember 2020, secara tiba-tiba Polda Metro Jaya mengumumkan saya sebagai tersangka. Ya tentunya saya para adjuster semuanya terkejut, karena dua seruan sebelumnya itu saya masih berstatus sebagai saksi dan itupun belum sempat diperiksa, rencana pemeriksaan agenda 14 Desember yaitu hari Senin yang akan datang ini, ” kata dia.

Namun Rizieq membantah sembunyi usai ditetapkan sebagai tersangka. Dia mengaku saat itu masih menjalani pemulihan kesehatan di Pondok Pesantren alam Algokultural Markas Syariat, Megamendung, Bogor. Kemudian dia kembali mengutus tim kuasa hukum menemui penyidik Polda Metro Jaya pada Jumat (11/12).

Dalam kesempatan itu kuasa hukum untuk kembali memberitahu pemeriksa bahwa Rizieq bakal menghadiri penyeliaan pada Senin (14/12) lusa. Tetapi menurut Rizieq, seperti dikatakan kuasa hukum, penyidik terlihat tak bersetuju menunggu lama melakukan pemeriksaan mematok Senin (14/12). Oleh sebab tersebut, Rizieq berinisiatif menyambangi Mapolda Metro Jaya untuk diperiksa pada Sabtu (12/12).

“Nah kita dapat jawaban dari para pemeriksa, kelihatannya mereka tidak mau menunggui sampai hari Senin, mereka minta lebih cepat. Nah pada era itu pengacara meminta kepada para-para penyidik, Habib Rizieq siap dipanggil kapan saja tapi tolong tulisan panggilannya dibuat, surat panggilan jadi tersangka. Nah kami tidak sudah terima, tapi kelihatannya para pemeriksa agak keberatan untuk mengeluarkan tulisan tersebut. Akhirnya terjadi kesepakatan, jika begitu cobalah bagaimana caranya Buah hati bisa lebih cepat ke Polda Metro Jaya. Jadi artinya mereka tidak mau melanggar komitmen pula, karena memang komitmennya pada tanggal 14 siap diperiksa. Nah kita katakan melalui pengacara, kami bukan orang-orang yang suka ingkar komitmen, bukan orang-orang yang suka meniadakan komitmen yang sudah ada. Tapi karena memang Polda Metro Jaya yang meminta lebih cepat, lebih baik menurut beliau, saya terima, ” kata Rizieq. [gil]

Back To Top