Pura-Pura Traktir Makan, Pemuda di Palembang Ajak 4 Temannya Begal Buah hati

Pura-Pura Traktir Makan, Pemuda di Palembang Ajak 4 Temannya Begal Buah hati
Berita

Pura-Pura Traktir Makan, Pemuda di Palembang Ajak 4 Temannya Begal Buah hati

Merdeka. com berantakan Darman Kaslim (23) ditangkap petugas karena terlibat dalam aksi begal terhadap pacarnya tunggal, Mustika Wulandari (21). Pelaku ditangkap setelah dua tahun menjadi buronan.

Selain Darman, petugas juga meringkus dua rekannya, Besar Prayoga (23) dan Adi Pratama (24). Sementara seorang pelaku sedang, YD, masuk dalam daftar pekerjaan orang (DPO).

Perampokan tersebut bermula saat pelaku bersemuka dengan YD dan membahas untuk membegal korban. Pelaku bersedia secara alasan tidak punya uang. Itu pun mengatur strategi.

Pelaku berpura-pura mengajak pacarnya makan model (makanan khas Palembang) di tempat langganan mereka, Rabu 4 Juli 2018. Dalam perjalanan pulang, tepatnya di Jalan Letnan Murod, Kelurahan Srijaya, Kecamatan Alang-alang Lebar, Palembang, tiga pelaku yang menuruti dari belakang langsung mengadang sambil menodongkan pisau. Mereka mengambil menekan tas korban berisi barang-barang berharga.

Pelaku Darman semu ketakutan agar tak dicurigai. Tempat tidak berani melawan, sementara korban hanya bisa berteriak minta sokong.

Selang beberapa tanda, pelaku menemani pacarnya melapor ke polisi. Penyelidikan pun dimulai dan terdapat kecurigaan pelaku Darman terkebat dalam kejahatan itu.

Tersangka Darman mengaku nekat menodong pacarnya tidak punya uang. Namun, ide perampokan adalah YD & dia hanya berperan mengajak korban makan di luar dan berpura-pura ketakutan.

“Saya sedang tidak punya uang, kebetulan YD punya ide begitu langsung aku terima. Saya atur biar buah hati saya mau diajak makan di luar, ” ungkap tersangka Darman di Mapolda Sumsel, Senin (23/11).

Lantaran dicurigai polisi, tersangka kabur ke Medan, Sumatera Utara. Di sana dia tahu bekerja sebagai petugas tol. Lalu, dia dipindahtugaskan di Tol Palembang-Indralaya awal tahun lalu.

“Saya tidak tahu masih oleh karena itu buronan. Saya menyesal, ” akunya.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Suryadi mengatakan, penangkapan tersangka Darman dan dua lainnya berdasarkan penyelidikan petugasnya dan pemeriksaan korban. Begitu pelajaran keberadaan para tersangka langsung diamankan.

“Mereka ini pasukan, satu tersangka pacar korban tunggal yang mengatur strategi penodongan, ” kata Suryadi.

Berasaskan perbuatannya, tersangka Darman dan dua rekannya dikenakan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Mereka terancam hukuman delapan tahun tangsi.

“Pelaku YD masih kami kejar, dia otak karakter, mudah-mudahan cepat diamankan, ” pungkasnya. [fik]

Back To Top