Puluhan Santri Klaster Ponpes di Cianjur Sembuh Covid-19

Puluhan Santri Klaster Ponpes di Cianjur Sembuh Covid-19
Berita

Puluhan Santri Klaster Ponpes di Cianjur Sembuh Covid-19

Mandiri. com – Dinas Kesehatan Cianjur, Jawa Barat, mencatat puluhan santri dari klaster pondok pesantren yang pertama kala ditemukan di wilayah tersebut dinyatakan sembuh setelah hasil tes usap kedua dan ketiga negatif.

“Untuk tiga pesantren yang masuk dalam klaster pertama dalam Kecamatan Cugenang sebanyak 35 santri, Kecamatan Karangtengah 7 orang santri dan 2 orang santri pada Kecamatan Cipanas, sudah dinyatakan sehat setelah menjalani tiga kali tes usap, ” kata Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Cianjur, dr Yusman Faisal pada Cianjur, dilansir Antara, Selasa (1/12).

Sedangkan 14 orang santriwati dari klaster ponpes ke-2 di Kecamatan Cilaku, hingga era ini, masih menjalani isolasi mandiri di lingkungan ponpes dan mendapatkan pengawasan dari gugus tugas dan tim kesehatan Puskesmas setempat. Beberapa besar sudah menjalani tes usap kedua dan menunggu hasil.

Setiap hari, ungkap tempat, Kondisi kesehatan belasan santriwati itu, masih dipantau tim kesehatan & gugus tugas serta dilakukan ulangan usap kedua. Terkait klaster ke-2, pihaknya menduga akan ada bunga pasien positif karena hasil ulangan usap dari 60 orang santriwati lainnya belum keluar.

“Kemungkinan ada penambahan jumlah santriwati yang terkonfirmasi positif karena kami masih menunggu hasil tes usap terhadap 60 santri. Jadi jalan ada penambahan, meski kami berniat ke 60 orang santriwati negatif, ” katanya.

Untuk menghindari terus bertambahnya klaster ponpes di Cianjur, pihaknya mengimbau seluruh pengurus dan guru ponpes yang ada di Cianjur, secara rutin melaporkan kondisi kesehatan santri & guru, sebagai upaya penanganan segera dan upaya memutus rantai penyebaran dapat dilakukan segera.

“Baru tujuh ponpes yang rutin melaporkan kondisi kesehatan di lingkungannya masing-masing, sedangkan di Cianjur terdapat ratusan ponpes. Sehingga kami mengharapkan pengurus atau guru secara rutin melaporkan kondisi kesehatan sebagai jalan memutus dan melakukan penanganan cepat, ” katanya. [eko]

Back To Top