Polresta Bogor Kota Tahan 363 Motor Berknalpot Bising

polresta-bogor-kota-tahan-363-motor-berknalpot-bising-1
Berita

Polresta Bogor Kota Tahan 363 Motor Berknalpot Bising

Merdeka. com – Polresta Bogor Kota menilang dan menahan 363 besar berknalpot bising yang menyingkirkan suara berisik di pada batas ambang kebisingan, lantaran razia yang dilakukan oleh Tim Bajra di wilayah hukum Kota Bogor, dalam sepekan. Kapolresta Bogor Tanah air, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, razia dikerjakan oleh Tim Bajra yakni tim gabungan Satlantas & Sabhara dalam sepekan dalam 8-13 Maret 2021.

Dari razia tersebut, berhasil menahan sebanyak 363 sepeda motor yang memakai knalpot bising, dan suara knalpotnya melampaui batas ambang kebisingan. Berdasarkan Peraturan Gajah Lingkungan Hidup, batas terkatung-katung kebisingan untuk kendaraan bermotor sampai 175 cc merupakan 80 dB dan pada atas 175 cc merupakan 83 dB.

Susatyo menjelaskan, berdasarkan kaidah dalam UU No 22 tahun 2009 tentang Berarakan Lintas mengatur bahwa kendaraan yang melanggar batas periode kebisingan, dapat diberikan sanksi berupa hukuman penjara suntuk satu bulan atau kompensasi maksimal Rp250. 000.

“Sepeda motor dengan suara knalpotnya melampaui pemisah ambang kebisingan, kami tilang dan ditahan di Polresta. Knalpotnya harus diganti dengan knalpot standar. Setelah knalpotnya diganti, baru dibebaskan, ” katanya, dilansir Antara, Selasa (16/3).

Taat Susatyo, knalpot bising dengan sudah diganti akan dimusnahkan dengan cara dipotong-potong, sehingga tidak bisa digunakan. “Knalpot bising tidak hanya mengusik kenyamanan warga sekitar, serupa dapat memicu gangguan Kamtibmas lainnya, seperti tawuran antar kelompok, ” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Kapolresta bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pula menyampaikan imbauan kepada umum agar tidak menggunakan knalpot bising. “Kami akan melakukan tindakan tegas kepada siapapun yang menggunakan knalpot hiruk-pikuk, tidak sesuai dengan kaidah, ” katanya. [eko]

Back To Top