Polisi: Bom Lontong Milik Teroris Poso Radius Ledakan Capai 50 Meter

polisi-bom-lontong-milik-teroris-poso-radius-ledakan-capai-50-meter-1
Berita

Polisi: Bom Lontong Milik Teroris Poso Radius Ledakan Capai 50 Meter

Merdeka. com – Wakasatgas Humas Operasi Madago Raya AKBP Bronto Budiyono mengatakan, bom lontong milik terduga teroris Mujahidin Islam Timur (MIT) Poso, yang disita dalam baku tembak pekan lalu, memiliki daya meledak tinggi. Hal ini diketahui berdasarkan hasil pengujian.

“Radius ledakan 30 meter hingga 50 meter dapat melukai orang, ” kata Bronto saat dikonfirmasi di Jakarta , dikutip dari Jarang, Sabtu (24/7).

Bronton menjelaskan, Detasemen Gegana SatBrimoda Polda Sulawesi Tengah yang tergabung dalam Satgas Madago Raya menguji kekuatan bahan peledak yang terlihat dalam kandungan bom lontong milik terduga teroris B alias AA alias A.

Terduga teroris B alias AA nama lain A, tewas tertembak dalam baku tembak yang terjadi di Desa Tolai Pati, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu (17/7) cerai-berai.

Dalam insiden tersebut petugas menemukan sebanyak barang bukti di antaranya, satu pucuk senjata elektrik jenis Revolver, dua pokok bom lontong, satu bilah golok dan pakaian bercorak loreng.

“Pengujian ini bagian dari penyidikan dalam rangka penegakan patokan tindak pidana terorisme, ” kata Bronto yang selalu organik Divisi Humas Mabes Polri.

Pemeriksaan kekuatan bahan peledak tersebut dilakukan di Mako Detasemen B Pelopor Satbrimob Polda Sulteng di Ladangan, Poso, Sabtu (24/7), disaksikan tepat Dirreskrimum Polda Sulteng Kombes Pol Novia Jaya sebagai Kasatgas Penegakkan Hukum (Gakkum) Operasi Madago Raya.

Dalam pengujian itu, kata Bronto, setelah material diurai oleh Gegana, berarakan diperiksa oleh Puslabfor Mabes Polri ditemukan ada kurang unsur bahan peledak dan beberapa materi di dalam bom lontong tersebut.

Unsur bahan peledak dan material di dalam bom lontong diduga hak terduga teroris inisial B alias AA alias A berupa detonator, serbuk warna coklat yang diduga objek peledak, 29 biji paku panjang 4 cm iklim berkarat, 60 butir gotri serta lakban.

Detasemen Gegana Satbrimobda Polda Sulteng dan Puslabfor, tinggi Brontong, juga melakukan uji coba untuk mengetahui gaya ledak terhadap kandungan serbuk coklat yang diduga jadi bahan peledak.

“Hasilnya serbuk yang ditemukan dalam bom lontong adalah bahan peledak dengan macam ‘high eksplosif’ atau bergaya ledak tinggi, di mana dalam radius 30 meter apabila paku atau gotri tersebut mengenai orang bisa mematikan dan radius 50 meter dapat melukai karakter, ” ungkapnya.

Dalam bulan Juli tersebut, terjadi dua kali relasi tembak antara Satgas Madago Raya dengan DPO MIT Poso. Insiden kontak tembak tersebut menewaskan sebanyak tiga orang DPO MIT.

Insiden pertama berlaku pada Minggu (11/07), dalam Pegunungan Desa Tanah Lanto, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong yang mengakibatkan besar DPO MIT Poso mati.

Kemudian dalam Sabtu (17/07) kontak arah mengakibatkan satu DPO MIT Poso kembali tewas. Kejadian terjadi di Desa Tolai Induk, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong. Tidak jauh dari lokasi kontak tembak yang pertama.

Pasca tewasnya tiga orang yang masuk dalam jadwal pencarian orang (DPO) Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, Sulawesi Tengah, kini total kelompok sipil bersenjata itu tersisa enam orang. [rnd]

Back To Top