Peristiwa Tewasnya 6 Anggota FPI, Komnas HAM akan Minta Keterangan Kabareskrim

Peristiwa Tewasnya 6 Anggota FPI, Komnas HAM akan Minta Keterangan Kabareskrim
Berita

Peristiwa Tewasnya 6 Anggota FPI, Komnas HAM akan Minta Keterangan Kabareskrim

Merdeka. com kepala Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas Ham) telah memberikan surat pemeriksaan kepada Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskreskrim) Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo terkait insiden baku arah di Tol Cikampek yang menimbulkan tewasnya enam Anggota Front Pembala Islam (FPI) pada Senin (7/12) beberapa hari lalu.

“Tim Penyelidikan Komnas HAM MENODAI telah melayangkan surat kepada Kabareskrim Polri untuk dapat memperoleh fakta terkait mobil dan berbagai data, ” kata Anam saat dikonfirmasi, Minggu (20/12).

Pemanggilan tersebut, kata Anam, jika pihaknya berencana mendalami informasi terkait mobil yang digunakan oleh Polda Metro Jaya saat melakukan pemantauan maupun mobil yang digunakan laskar FPI.

“Permintaan keterangan tersebut dengan melihat dan memeriksa mobil secara langsung. Semoga pengambilan dan permintaan keterangan ini dapat dilakukan sesuai dengan jadwal, ” ujarnya.

Namun demikian, Anam mengatakan pihaknya belum bisa memberikan jadwal pemeriksaan yanh ditunjukan pada Kabareskreskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo. “Kalau sudah tersedia pasti dikabari, ” katanya.

Komnas Ham Telah Kontrol Tim Dokter

Sebelumnya, Komnas HAM juga telah membabatkan surat panggilan kepada Kabareskrim, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo, yang ditujukan untuk dokter yang melayani proses autopsi pada enam jenazah.

“Tim Penyelidikan Komnas HAM RI, hari ini telah melayangkan surat panggilan kepada Kabareskrim Mabes Polri untuk meminta keterangan tambahan terkait proses autopsi. Pemanggilan ini ditujukan kepada dokter dengan melakukan autopsi jenazah 6 (enam) orang, ” kata Ketua Awak Penyelidikan Komnas HAM, M Choirul Anam, dalam rilis yang diterima merdeka. com, Rabu (16/12).

Choirul mengatakan, proses menodong keterangan ini sangat penting untuk tim penyelidik. Meskipun pada masa memeriksa Kapolda Metro Jaya dan pihak Reskrim Polri, keterangan sudah disampaikan.

“Untuk memperoleh keterangan tambahan guna pendalam elok prosedur, proses dan substansi autopsi yang dilakukan, ” sambungnya.

Komnas HAM berharap keterbukaan semua pihak untuk mempermudah proses penyelidikan yang dilakukan pihaknya.

“Kami berharap komitmen keterbukaan yang telah disampaikan terimplementasi dengan baik. Kami mengucapkan terima berkelakar kepada semua pihak, khususnya asosiasi yang telah memberikan keterangan dan informasi atas peristiwa tersebut & berharap kepada masyarakat yang pelajaran atau memiliki informasi atas perkara dapat memberikannya kepada Tim Pengkajian Komnas HAM RI, ” menutup Choirul.

Komnas PEDOMAN Kumpulkan Berbagai Keterangan

Diketahui sampai saat ini, Komnas HAM masih mengumpulkan sejumlah informasi baik dari saksi, maupun petunjuk terkait peristiwa tewasnya enam Anggota FPI dari berbagai sumber, termasuk masyaraka di sekitar lokasi.

“Kami tentu saja menggabungkan informasi dan bukti-bukti dari ke-2 belah pihak. FPI pada jalan pertama, malam harinya kami telah bertemu dengan Ustadz Ahmad Shobri Lubis, Munarman, dan beberapa rumpun. Lalu tim kami turun ke lapangan, ada tiga hari bertambah di lapangan, untuk mencari bukti-bukti lain, ” ujar Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik era sesi wawancara, Kamis (17/12)

Taufan mengatakan bila barang bukti yang telah ditemukan, mulai dari selongsong peluru dari bervariasi jenis, hingga sisa-sisa dari bagian-bagian kendaraan mobil yang diduga saling bertubrukan pada malam kejadian.

Sampai saat ini, Komnas HAM tercatat telah memanggil sebanyak saksi, diantaranya Kapolda Metro Jaya, Dirut Jasa Marga, Bareskrim Mabes Polri, hingga Dokter Forensik Polri. [ded]

Back To Top