Penjelasan Menkes soal Obat Azitromisin dan Favipiravir Mahal dan Langka di Pasaran

Berita

Penjelasan Menkes soal Obat Azitromisin dan Favipiravir Mahal dan Langka di Pasaran

Merdeka.com – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengakui obat Azitromisin dan Favipiravir sulit didapatkan di pasaran. Hal ini kemudian membuat harga kedua obat tersebut melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). Namun demikian, sebenarnya stok kedua obat tersebut saat ini tersedia.

“Kita sudah amati bahwa jumlah obat seperti favipiravir, azitromisin yang memang sulit didapatkan sebenarnya stoknya ada. Ada sedikit isu didistribusi kami sudah bicara juga dengan GP Farmasi kita sudah mengimbau tolong dibantu, karena masyarakat sangat membutuhkan,” kata Menkes Budi dalam konferensi pers PPKM Darurat Luar Jawa-Bali, disiarkan di Youtube PerekonomianRI, Jumat (9/7).

Menurutnya, yang paling penting saat ini adalah untuk membantu masyarakat yang sangat membutuhkan obat-obat tersebut dengan memperlancar distribusi dan menjaga harga obat di level yang terjangkau oleh masyarakat.

Dia menjelaskan, HET yang terpasang di kemasan obat adalah harga yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan dengan beberapa produsen. Kedua harga obat itu adalah harga yang terpasang di sistem e-katalog pembelian pemerintah ketika melakukan transaksi pembelian obat.

“Jadi harga-harga yang ditentukan di harga eceran tertinggi adalah harga transaksi yang benar-benar terjadi sebelumnya, antara pemerintah dengan produsen, antara LKPP Lembaga pembelian pemerintah dengan produsen dan juga dengan BPJS produsen,” ujarnya.

Menkes mengakui memang keuntungan yang diperoleh kecil, namun dia berharap industri-industri Farmasi bisa membantu masyarakat yang kekurangan dan membutuhkan obat, dengan menyediakan harga obat yang terjangkau sesuai HET yang telah ditentukan bersama.

“Memang untungnya mungkin akan lebih kecil tapi kita berharap bahwa teman-teman di industri Farmasi bisa membantu rakyat kita yang sekarang kekurangan obat. Kita perlu bersama-sama bergotong-royong menciptakan suasana dimana rakyat bisa tenang mengakses obat,” pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com [idr]

Back To Top