Penjaga Tangkap Ibu Pembuang Bayi dalam Jember, Diduga Gangguan Jiwa

Penjaga Tangkap Ibu Pembuang Bayi dalam Jember, Diduga Gangguan Jiwa
Berita

Penjaga Tangkap Ibu Pembuang Bayi dalam Jember, Diduga Gangguan Jiwa

Merdeka. com – Petugas menangkap seorang pokok yang diduga membuang janin bayinya di aliran sungai persawahan dalam Kecamatan Panti, Jember, Jawa Timur. Namun penyidikan polisi terkendala karena sahutan yang diutarakan pelaku kerap berubah-ubah.

“Sudah kita temukan pelakunya. Tetapi pelaku ini gamak linglung, jawabannya sering berubah-ubah. Selama pemeriksaan juga sering senyum-senyum tunggal. Sudah kita bawa ke psikiater di RSD dr Soebandi, serta diduga memang ada gangguan spirit, ” papar AKP Gunawan Triono, Kapolsek Panti, saat dikonfirmasi jasad media pada Senin (18/05).

SM (27), ibu yang membuang bayinya ke sungai itu, mengandung anak dari hasil hubungan gelapnya dengan seorang pria, yang diduga masih kerabatnya sendiri.

“Masih kita cari pasangan prianya. Jawabannya berubah-ubah juga. Tahu bilang dihamili kakaknya di Surabaya , juga bilang (hasil berhubungan) dengan satpam, ” lanjut Gunawan.

SM saat ini berstatus janda dengan seorang anak yang sudah berusia 7 tahun. Sehari-harinya, dia susunan bersama ibunya.

Kepada polisi, SM mengatakan alasannya meninggalkan bayi yang baru dilahirkannya itu.

“Katanya ketika dilahirkan sudah meninggal. Tetapi kita tanya kenapa tidak dikubur, jawabannya juga tidak jelas. Dia mengaku salah, ” tutur Gunawan.

Pengakuan bahwa bayi dibuang sudah dalam keadaan meninggal ini lalu berpengaruh terhadap pasal yang hendak dikenakan kepada SM.

“Ketika dibuang, bayinya sudah wafat, maka ancaman hukumannya hanya 9 bulan. Karena ancaman hukuman pada bawah 5 tahun, tidak kita lakukan penahanan. Hanya wajib lapor saja, ” papar Gunawan.

Penemuan jenazah bayi di aliran sungai yang mengaliri persawahan di Dusun Gluduk, Desa Paku, Kecamatan Panti, terjadi pada Kamis (14/05) pagi. Berawal dari seorang warga yang hendak buang dorongan di aliran sungai. “Saat menjejaki sungai, menemukan jenazah bayi, ” papar Gunawan.

Mendapat laporan tersebut, Polsek Panti lalu mengumpulkan seluruh bidan desa. Pertemuan dilakukan bersama perangkat tiga pilar, yakni perangkat desa/kecamatan serta TNI .

“Hari itu juga kita telusuri. Kebetulan bidan desa itu punya data seluruh dukun bayi dalam seluruh desa di Kecamatan Tempat. Malam itu juga akhirnya pelaku ditemukan, ” ucap Gunawan. [noe]

Back To Top