Penghapusan Rute LRT Velodrome-Dukuh Atas Disebut Bakal Rugikan Pemprov DKI

Penghapusan Rute LRT Velodrome-Dukuh Atas Disebut Bakal Rugikan Pemprov DKI
Berita

Penghapusan Rute LRT Velodrome-Dukuh Atas Disebut Bakal Rugikan Pemprov DKI

Merdeka. com – Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta mengkritisi kebijakan Gubernur Jakarta Anies Baswedan yang menghapus arah LRT Velodrome ke Dukuh Pada. Penghapusan rute tersebut diperkirakan dapat merugikan Pemprov DKI hingga Rp248, 6 miliar per tahun.

Anggota Fraksi PSI DKI Jakarta, Eneng Malianasari menyatakan pada forum konsultasi publik pembangunan LRT Velodrome-Tanah Abang oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta kala itu, Sandiaga Uno , menghamparkan proyeksi jumlah penumpang rute ini mencapai 136. 200 orang mulai hari.

“Jika kehormatan tiket diasumsikan sama seperti arah Kelapa Gading-Velodrome saat ini, yakni sebesar Rp5. 000, maka penerimaan dari tiket LRT rute Velodrome-Dukuh Atas mencapai Rp681 juta bohlam hari, ” kata Eneng dalam keterangan tertulis, Senin (30/11).

Dia menjelaskan proyek LRT Jakarta dikerjakan oleh PT Jakarta Propertindo sesuai surat penugasan di Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 154 tahun 2017. Selain itu order tersebut telah dituangkan dalam Perpres Nomor 99 tahun 2015 mengenai Percepatan Penyelenggaraan Perkeretaapian Umum pada Wilayah Provinsi DKI Jakarta.

Menurut Eneng, pada Kausa 2 ayat 2 Perpres tersebut disebutkan bila lintas pelayanan LRT Jakarta diintegrasikan dengan LRT Jabodebek yang dikerjakan oleh PT Adhi Karya.

Karena hal itu, menurut dia, proyek LRT Velodrome-Dukuh Atas sangat dibutuhkan sebab warga di kawasan timur dan utara Jakarta.

“Integrasi tersebut terjadi di Dukuh Tempat. Perpindahan penumpang dari LRT Jakarta ke LRT Adhi Karya berlaku di Dukuh Atas. Jadi, jarang kalau pihak Dinas Perhubungan bahkan menghapus LRT Velodrome-Dukuh Atas, ” ucapnya.

Sementara tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo menyatakan Negeri Provinsi (Pemprov) DKI rencananya mengganti rute LRT Pegangsaan 2-Velodrome-Dukuh Akan menjadi Pegangsaan 2-Velodrome-Klender.

Syafrin mengatakan perubahan tersebut untuk menghindari adanya penumpukan penumpang di kawasan Stasiun Manggarai yang dasar dijadikan sebagai hub kereta sinar jarak jauh menggantikan Stasiun Gambir.

“Untuk itu kita juga perlu menyesuaikan rencana itu. Jaringan perkeretaapian adalah backbone daripada transportasi. Tentu kita harus menyesuaikan rencana perkeretaapian daerah dengan nasional, ” tutupnya.

Reporter: Ika Defianti
Sumber: Liputan6. com [fik]

Back To Top