Pengasuh Olahraga di Karanganyar Setubuhi Siswi Berulang-ulang Hingga Hamil

Berita

Pengasuh Olahraga di Karanganyar Setubuhi Siswi Berulang-ulang Hingga Hamil

Merdeka. com – Polres Karanganyar mengamankan seorang tersangka berinisial K (60), dengan berprofesi sebagai guru olahraga di salah satu SMP setempat. Warga Kedawung, Sragen itu diduga telah menyetubuhi mantan siswinya berinisial ER (15) di tengah hutan karet Kecamatan Kerjo Karanganyar. Kepada petugas, K mengaku telah melakukan perbuatannya berulang-ulang. Akibat perbuatan bejat tersebut, korban yang masih di lembah usia akhirnya hamil.

“Jadi antara tersangka dan target ini saling kenal sebelumnya. Sebab tersangka merupakan guru olahraga saat ER masih SMP dan asisten pelatih tinju, ” ujar Kapolres Karanganyar AKBP Leganek Mawardi saat konfrensi pers di Mapolres, Senin (22/6).

Hubungan tersebut, lanjut Leganek, berlanjut melalui pesan SMS setelah korban lulus. Tersangka mengaku sudah berhubungan dekat semenjak korban masih kelas 2 SMP. Awal peristiwa terjadi saat tersangka mendaftarkan korban untuk mengikuti gerak tinju di GOR Sragen. Korban mengambil latihan setiap hari Rabu dan Sabtu. Setiap latihan simpulan menjemput korban di Karanganyar.

Dalam perjalanan yang lulus jauh, mereka harus melewati alas karet di perbatasan kedua Kabupaten, atau tepatnya di Kecamatan Kerjo. Saat melintas di hutan tersebut munculah niat jahat tersangka. Dengan diiming-iming bakal dibelikan makan mengikuti sejumlah barang kesukaan, korban pun terlena.

“Setiap sebelum latihan, tersangka K mengajak target untuk bersetubuh di Alas Karet. Tersangka selalu membawa MMT untuk alas, ” terang Leganek.

Kapolres menambahkan, perbuatan tersangka dilakukan sejak bulan Maret 2020. Tersangka ditangkap pada 18 Juni lalu di Jalan Lawu Karanganyar, setelah keluarga korban melaporkan perbuatan bejat tersebut ke polisi . Kini tersangka mendekam di sel tahanan Polres Karanganyar.

“Tersangka kita kala dengan Undang-Undang Perlindungan Anak. Risiko hukumannya minimal 5 tahun kurungan dan denda maksimal Rp5 miliar, ” katanya.

Selain tersangka, lanjut Kapolres, pihaknya serupa mengamankan sejumlah barang bukti. Pada antaranya hasil rekaman visum at rapertum korban, sebuah MMT, celana panjang, lotion antinyamuk, boneka, kuda, sandal dan lainnya. [cob]

Back To Top