Pemprov DKI Wajibkan Seluruh Kegiatan Tersedia Buku Tamu untuk Contact Tracing

Pemprov DKI Wajibkan Seluruh Kegiatan Tersedia Buku Tamu untuk Contact Tracing
Berita

Pemprov DKI Wajibkan Seluruh Kegiatan Tersedia Buku Tamu untuk Contact Tracing

Merdeka. com kacau Pemprov DKI menerapkan aturan baru selama PSBB Transisi yaitu pencatatan data tamu atau pengisian buku tamu dalam tiap kegiatan. Aturan ini untuk mempermudah Pemprov DKI melakukan pencarian kontak pasien Covid-19.

“Mulai besok seluruh kegiatan dengan di situ ada pengunjung oleh sebab itu diharuskan mencatat nama identitas pengunjungnya. Jadi kalau sebuah restoran itu buka, maka restoran itu kudu menyiapkan dokumentasi, bisa manual, mampu digital yang mencatat jam kedatangan, jam kepulangan, nama lengkap, cetakan telepon dan enam digit prima dari nomor KTP, ” ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dalam Bundaran HI, Minggu (11/10).

Dengan contact tracing yang lebih mudah dilakukan, kata Anies, potensi penularan Covid-19 bisa dikendalikan.

“Kita melakukan dengan disebut dengan contact tracing, masa ada kasus positif maka kita bisa mentrace sama saja dia melakukan kegiatan selama dua minggu terakhir. Lalu lokasi-lokasi yang sudah dia datangi, maka orang-orang yang bersamanya akan diberi tahu supaya mereka tahu bahwa mereka punya potensi terpapar, lalu bisa melaksanakan langkah-langkah pencegahan dan isolasi, ” ujarnya.

Meski ada pelonggaran, Mantan Mendikbud itu menodong warga tetap patuh protokol biar kebijakan rem darurat tidak kembali diterapkan.

“Kita tak ingin (rem darurat) terjadi teristimewa, cara mencegahnya adalah dengan kita sekarang disiplin untuk mentaati seluruh protokol kesehatan, ” tandasnya.

Anies Baswedan menyatakan, kehormatan ibu kota saat ini PSBB transisi. Aturan PSBB Transisi asi mulai 12-15 Oktober 2020. Anies mengatakan kebijakan ini didasari dari hasil pemantauan dan evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jakarta.

Hasil evaluasi tersebut menunjukan adanya pelambatan kenaikan peristiwa positif dan kasus aktif walaupun masih terjadi peningkatan penularan Covid-19.

Reporter: Delvira Hutabarat [ray]

Back To Top