Pemkot Malang Kawal Kasus Dugaan Penyelewengan Insentif Tim Pemakaman Covid-19

pemkot-malang-kawal-kasus-dugaan-penyelewengan-insentif-tim-pemakaman-covid-19-1
Berita

Pemkot Malang Kawal Kasus Dugaan Penyelewengan Insentif Tim Pemakaman Covid-19

Merdeka. com – Pemerintah Praja Malang menyatakan pihaknya hendak terus mengawal upaya pengungkapan kasus dugaan adanya kutipan liar dan penyelewengan biaya insentif yang seharusnya diterima oleh tim pemakaman COVID-19 di Kota Malang, Jawa Timur.

Pemangku Kota Malang Sutiaji mengucapkan bahwa pihaknya telah mengabulkan koordinasi dengan aparat penegak hukum (APH) untuk mengungkap adanya dugaan pungutan garang dan penyelewengan dana dorongan tersebut.

“Saya sudah melakukan koordinasi dengan APH. Masalah pungli, sapa pun itu mencederai nilai-nilai keadilan. Hak orang asing telah diambil, itu harus dikawal, dan diberi pembelajaran, ” kata Sutiaji dilansir Antara, Rabu (8/9).

Terkait dengan terkaan pungutan liar dan penyelewengan dana insentif tim pemakaman COVID-19 tersebut, Sutiaji mengisbatkan bahwa perbuatan itu sepenuhnya merupakan tanggung jawab perseorangan pejabat di lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Praja Malang.

Dijelaskan pula bahwa pencairan anggaran insentif petugas dan tim pemakaman jenazah pasien konfirmasi positif COVID-19 tersebut diatur oleh DLH Kota Udi. Pemerintah Kota Malang menyatakan akan mengambil tindakan kasar jika dugaan tersebut benar.

“Kami tak main-main. Ini hak karakter lain, kami akan berlaku tegas, ” ujarnya.

Di sisi lain, lanjut dia, pemkot setempat telah menginstruksikan seluruh camat dan lurah di untuk melakukan pendataan terkait secara jumlah pemakaman jenazah COVID-19. Hal ini mengingat pencairan dana insentif petugas pemakaman COVID-19 harus melalui laporan dari camat dan kaki gunung.

“Semalam saya sudah instruksikan kepada camat dan lurah untuk inventarisasi masyarakat yang melakukan pemakaman mandiri, ” ujarnya.

Sebelumnya, pemkot setempat menyatakan adanya dugaan penggelapan dana insentif petugas pemakaman COVID-19. Masalahnya, hingga saat ini masih ada yang belum menerima insentif meskipun sokongan tersebut telah cair di dalam periode tertentu.

Pada periode Mei—September 2021, pencairan dana insentif sempat tertunda karena permasalahan surat pertanggungjawaban (SPJ). Namun, buat periode pertama sebelum Mei 2021, dana insentif telah dicarikan.

Terkaan adanya pungutan liar serta penyelewengan dana insentif awak pemakaman COVID-19 tersebut menyembul usai adanya laporan daripada Malang Corruption Watch (MCW) yang menyatakan bahwa kaum penggali kubur tidak meraup hak kesejahteraannya secara sempurna.

Dalam laporan itu, disebutkan ada sejumlah penggali kubur yang cuma mendapatkan sebagian haknya, & ada yang harus menerima dana insentif tidak dengan penuh karena harus dipotong biaya administrasi.

Terkait dengan adanya telaahan pungutan liar dan penyelewengan dana insentif tim pemakaman COVID-19 tersebut, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota juga telah melakukan analisis dan pendalaman terkait dengan laporan tersebut. [ray]

Back To Top