Pegawai KPK Geram Ada Perkara TWK: ‘Apakah Anda Menyetujui Mencopot Jilbab? ‘

pegawai-kpk-geram-ada-pertanyaan-twk-apakah-anda-bersedia-mencopot-jilbab-1
Berita

Pegawai KPK Geram Ada Perkara TWK: ‘Apakah Anda Menyetujui Mencopot Jilbab? ‘

Merdeka. com – Direktur Sosialisasi dan Aksi Anti- Korupsi Komisi Pemberantasan Manipulasi (KPK), Giri Suprapdiono melegalkan ada beberapa pertanyaan yang tidak pantas dipertanyakan pada pegawai KPK keluar masa tes wawasan kebangsaan (TWK). Tes tersebut sebagai sarana peralihan status pegawai menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Salah satunya terkait diarahkan kepada personel KPK perempuan, di mana pegawai ditanyakan kesediaan menelungkupkan jilbabnya atau tidak dengan membuat hatinya geram.

“Bahwa ada dengan ditanya dan menurut hamba yang paling membuat miring saya bergejolak, adalah uji coba misalkan apakah anda bersedia mencopot jilbab? tersebut menurut saya keterlaluan. Lalu ada pernyataan, anda egois dong tidak mementingkan hajat negara? Kalau itu egois dan keterlaluan menurut aku, ” bebernya dalam perbincangan Polemik Trijaya Dramaturgi KPK, di Jakarta , Sabtu (8/5).

Tidak hanya itu, Giri juga mendengar ada pertanyaan yang lebih terbuka dari beberapa pertanyaan sebelumnya yang membahas soal pernikahan dan pacaran. Kemudian personel lajang pun dipertanyakan bilamana tes tersebut.

“Ada pertanyaan-pertanyaan yang tidak selayaknya ditanyakan, karena tersebut tes wawasan kebangsaan. Oleh karena itu kalau kecintaan kepada republik ini kenapa dipertanyakan teristimewa, kita menyelematkan republik tersebut dari republik ini kenapa dipertanyakan lagi, ” bebernya.

Dia juga meyebut ada beberapa pihak ditanya terkait keagamaan. Lengah satunya terkait mengucapkan hari raya besar agama asing.

“Ada dengan mengaku demikian, bahkan beta bertanya langsung ada dengan ditanya apakah mengucapkan natal dan natal kebetulan anak yang ditanya campuran, plurarisme jadi aman. Tetapi Nyata enggak apa-apa, istilah itu untuk menguji beberapa perilaku tapi ada yang enggak patas dipertanyakan, ” ungkapnya. [ray]

Back To Top