Ngamuk Dirazia saat PPKM Darurat, Pemilik Warkop di Kenjeran Jadi Tersangka

ngamuk-dirazia-saat-ppkm-darurat-pemilik-warkop-di-kenjeran-jadi-tersangka-1
Berita

Ngamuk Dirazia saat PPKM Darurat, Pemilik Warkop di Kenjeran Jadi Tersangka

Merdeka.com – Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko menyampaikan pemilik warung kopi (warkop) atas nama Eko di jalan Bulak Banteng, Kenjeran, Surabaya ditetapkan sebagai tersangka. Hal ini imbas kerusuhan yang terjadi saat patroli PPKM Darurat Sabtu (10/7) kemarin malam.

“Pemilik warung sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Gatot saat dikonfirmasi merdeka.com, Minggu (10/7).

Pemilik warung diduga sebagai pihak yang memprovokasi warga sekitar hingga berimbas terjadinya kericuhan sampai pengerusakan terhadap satu mobil patroli Polsek Kenjeran Nopol X-2502-32.

Sementara untuk adanya dugaan pelaku lain, tim gabungan dari Jantanras Polda Jatim dan Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak masih melakukan pengejaran.

“Yang lain sementara didalami tim gabungan untuk penangkapannya,” sebutnya.

Sebelumnya, viral video aksi penolakan berujung kericuhan yang dilakukan warga terhadap petugas ketika sedang berpatroli melaksanakan penertiban Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di jalan Bulak Banteng, Kenjeran, Surabaya.

Dalam video yang dilihat pada akun instagram, @kamerapengawas terlihat puluhan warga yang mengusir petugas yang sedang menjalankan patroli. Bahkan dalam rekaman video tersebut warga turut mengejar petugas sambil meriakan ucapan kemarahan terhadap petugas.

Polisi jancuk, polisi jancuk, polisi, jancuk,” ucap suara dalam video tersebut yang dikutip merdeka.com, Minggu (11/7).

Merespon hal tersebut, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko telah membenarkan insiden kerusuhan tersebut yang terjadi kemarin malam pada Sabtu (10/7) sekitar pukul 23.00 WIB.

Dimana kerusuhan tersebut, berujung pada pengrusakan terhadap kendaraan patroli lantas 202 Polsek Kenjeran Nopol X-2502-32 yang mengalami pecah kaca pintu belakang yang dilakukan oleh massa.

“Aksi pengrusakan tersebut terjadi karena warga tidak terima dengan adanya pelaksanaan penertiban PPKM darurat oleh Kecamatan Kenjeran yang menyita KTP dan membawa warga yanh tidak mematuhi prokes diantara nya tidak memakai masker dan warung yang masih buka melebihi Jam 20.00 WIB,” kata Gatot ketika dikonfirmasi merdeka.com.

Dalam keterangannya, kronologi kejadian bermula saat petugas gabungan dari polisi bersama Satpol PP yang telah membawa 13 warga karena tidak memakai masker.
Kemudian melintas di Jalan Bulak Banteng, Wetan dan mendapati warkop (warung kopi) yang masib belum tutup sehingga di datangi petugas penertiban.

Namun demikian ketika pemilik warkop atas nama Eko tidak terima usaha miliknya ditindak oleh petugas sehingga terjadi perdebatan dan cekcok yang mengundang warga sekitar. Sehingga semakin lama massa datang semakin banyak, sampai berujung terjadi pengerusakan terhadap mobil patroli 202 Polsek Kenjeran.

“Sekitar jam 23.30 wib, petugas gabungan penertiban PPKM darurat kembali ke kantor kecamatan dan melaksanakan konsolidasi,” katanya.

Dalam kejadian tersebut, Gatot melaporkan tidak ada korban jiwa. Hanya terdapat kerugian materil sebuah mobil patroli polisi yang rusak pada bagian kacanya. Sedangkan untuk tindaklanjut kejadian ini, Sat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak masih melakukan penyelidikan terkait kasus pengerusakan.

[rnd]

Back To Top