Napi LP Pariaman Kendalikan Bisnis Narkoba di Sumatera Barat

Napi LP Pariaman Kendalikan Bisnis Narkoba di Sumatera Barat
Berita

Napi LP Pariaman Kendalikan Bisnis Narkoba di Sumatera Barat

Merdeka. com – Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Sumatera Barat mengungkap peristiwa peredaran narkotika jenis ganja kering dengan mencapai 53 kilogram. Bahan haram yang diduga berasal lantaran daerah Panyabungan, Sumatera Utara tersebut dikendalikan oleh seseorang dari balik jeruji besi, alias narapidana.

Kepala BNPP Sumbar Brigjen Pol Khasril Arifin mengatakan pihaknya mengamankan tiga tersangka berinisial JI (28) warga Kecamatan Kamang Terakhir Sijunjung, EAK (30) dan IS (28) warga Kecamatan Tanjung Mutiara Agam.

Penangkapan ketiga pelaku berawal dari informasi umum, terkait adanya akan dilakukannya pembicaraan ganja. Kemudian, pihaknya langsung mengabulkan penangkapan dan meringkus tersangka JI di Jorong Sumpadang, Nagari Palaluar, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Rabu (5/8) sekitar pukul 22. 30 WIB.

“Di sana, kita menemukan 22 paket ganja kering yang dibalut lakban berwarna kuning yang teradap di dalam kardus di belakang sepeda motor yang digunakan tersangka, ” sebutan Khasril di Padang, Selasa (29/9).

Setelah dilakukan pengembangan, didapati tersangka lain, EAK. Simpulan ini ditangkap di Simpang 3 Terminal Kiliran Jao, Nagari Muaro Takung, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung, sekitar pukul 01. 45 WIB.

Berdasarkan informasi EAK, diperoleh bahwa lokasi penyimpanan ganja berada di Simpang Gundukan, Nagari Bukik Batabuh, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam.

Aparat pun berhasil mengamankan 36 bagian ganja kering pada satu goni berwarna putih yang dibalut lakban kuning.

“Jadi totalnya sebanyak 58 paket dengan berat 53, 100 gram. Dengan rincian, 22 paket itu beratnya 19, 200 gram dan 36 paket itu 33, 900 rencana, ” kata Khasril.

Khasril menjelaskan, usai penangkapan pihaknya melakukan penyidikan terhadap kedua simpulan.

“Dari informasi ke-2 tersangka, petugas juga mengamankan tersangka IS, seorang narapidana di LP Pariaman yang diduga menjadi nalar dari penyalahgunaan Narkotika Ganja itu, ” sebut Khasril.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka JI dan IS bakal dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) jo Pasal 111 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) Peraturan Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman 20 penjara.

Sedangkan EAK mau dijerat Pasal 111 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman 20 penjara. [ded]

Back To Top