Moeldoko Sebut Bandara Lombok Berfungsi Sebelum Perhelatan MotoGP

moeldoko-sebut-bandara-lombok-beroperasi-sebelum-perhelatan-motogp-1
Berita

Moeldoko Sebut Bandara Lombok Berfungsi Sebelum Perhelatan MotoGP

Merdeka. com – Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko meninjau proyek pengembangan Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat Zainuddin Abdul Madjid. Dia mengatakan pengembangan bandara yang masuk daftar Rencana Strategis Nasional (PSN) ini siap beroperasi sebelum perlehatan Super Bike dan MotoGP.

“Kami akan kawal timeline dan bahan penyelesaiannya, ” kata Moeldoko, Senin (7/6).

Mantan Panglima TNI ini menyampaikan, peninjauan proyek pengembangan Bandara Internasional Lombok bukan kali ini saja. KSP telah melakukan monitoring dan evaluasi secara rutin serta verifikasi lapangan pada Oktober 2020.

Sikap ini pun bukan minus sebab. Pasalnya, selain ialah PSN sesuai dengan Perpres Nomor 109 tahun 2020, proyek tersebut juga dijalankan bukan hanya untuk tanda baik PT Angkasa Pura I (Persero).

“Tapi untuk nama cantik negara. Karena bandara ini merupakan pintu gerbang pati Indonesia dalam menyambut kehadiran wisatawan mancanegara, ” tegas Moeldoko.

Moeldoko menambahkan, KSP telah berkoordinasi dengan Angkasa Pura I dan Kementerian PUPR terpaut lahan jalan bypass Bandara Internasional Lombok-Mandalika.

Deputi I Kepala Pekerja Kepresidenan, Febry Calvin Tetelepta mengatakan pengembangan Bandara Universal Lombok tidak hanya berguna untuk mendukung penyelenggaraan Super Bike dan MotoGP.

“Tetapi juga untuk menunjang aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat, ” imbuh Febry.

Senada dengan Febry, Direktur Sari Angkasa Pura Faik Fahmi mengatakan pengembangan bandara ini dilakukan untuk mendukung sempurna Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang menjadi kedudukan penyelenggaraan Super Bike serta MotoGP serta pengembangan turisme Lombok dan NTB dengan umum.

“Dengan pengembangan ini, nantinya daya terminal Bandara Internasional Lombok akan menjadi dua kala lipat dari yang ada saat ini, dari 3, 25 juta penumpang mulai tahun menjadi 7 juta penumpang per tahun, ” ujar Faik Fahmi.

Sebagai informasi, rencana pengembangan Bandara Internasional Lombok ini menelan investasi sekitar Rp1 triliun. Selain memperluas terminal dan fasilitas penunjangnya serta merenovasi terminal eksisting, pengembangan bandara dilakukan juga dengan memperpanjang dan memajukan daya dukung landas sungga (runway), memperluas apron bagian barat, mengembangkan fasilitas kargo, serta memperluas area parkir penumpang dan penataan tamu bandara (waving gallery).

Runway Bandara Universal Lombok saat ini cukup dilakukan penambahan panjang dari 2. 750 meter menjelma 3. 300 meter dan ditingkatkan daya dukungnya sehingga mampu mendukung operasional pesawat berbadan lebar sekelas Boeing 777 dan pesawat barang logistik MotoGP. Sedangkan menggunakan proyek perluasan apron sisi barat akan meningkatkan daya parkir pesawat dari 18 pesawat narrow body & 4 pesawat wide body saat ini menjadi sanggup menampung 18 pesawat narrow body dan 6 motor wide body.

“Sementara untuk pengembangan fasilitas kargo, luas pelataran pangkalan kargo akan diperluas serta dibangun akses jalan menuju jalan bypass yang terisolasi dengan akses jalan umum ke terminal penumpang. Hal ini akan mendukung kecepatan pengangkutan kargo dari bandara menuju Sirkuit MotoGP Mandalika dan sebaliknya, ” nyata Faik Fahmi. [eko]

Back To Top