Menkum HAM: Capaian Kekayaan Ilmuwan PDB Indonesia Posisi Ketiga di Dunia

menkum-ham-capaian-kekayaan-intelektual-pdb-indonesia-posisi-ketiga-di-dunia-1
Berita

Menkum HAM: Capaian Kekayaan Ilmuwan PDB Indonesia Posisi Ketiga di Dunia

Merdeka. com porakporanda Menteri Hukum dan Hak Dasar Manusia (Menkumham), Yasonna Laoly, mengatakan sektor ekonomi kaya bisa jadi potensi tumbuh untuk tulang punggung perekonomian Indonesia ke depan. Kejadian itu terlihat dari kontribusi kekayaan intelektual (KI) Indonesia yang mencapai Rp1. 105 triliun pada 2019 ataupun kurang lebih dari 7 upah dari rata-rata Produk Pribumi Bruto (PDB) dengan rembesan tenaga kerja sebanyak 17 juta orang selama mulia tahun.

“Capaian KI pada PDB tersebut mencatat Indonesia pada situasi ketiga di dunia sesudah Amerika Serikat dan Korea Selatan, dalam persentase pemberian ekonomi kreatif berbasis Kekayaan Intelektual (KI) terhadap PDB, ” kata Yasonna dengan virtual dalam rangka peringatan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia 2021, chanel YouTube DJKI Kemenkumham, Senin (26/4).

Capaian tersebut, sekapur Yasonna, sesuai dengan pandangan Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Bahwa ekonomi kreatif berbasis KI sebagai gandar baru ekonomi nasional Indonesia di era digital. Mengikuti mewujudkan Indonesia menjadi negeri terbesar dalam sektor ekonomi digital.

“Hal ini juga menjadi isyarat bahwa sektor ekonom kreatif berbasis KI tidak bisa diremehkan. Sebab berdampak nyata pada ekonomi nasional, ” bebernya.

Yasonna menambahkan, geliat ekonomi kreatif para pelaku UMKM Nusantara menjadi penting dalam mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang kuat dan inklusi. Meskipun, kata dia, sempat terdampak resesi ekonomi kelanjutan pandemi Covid-19.

“Nyatanya UMKM justru yang memiliki ketahanan tinggi & berperan sebagai bantalan perekonomian nasional. Karena kemampuannya untuk bertahan pada periode lagu dan dapat tumbuh kembali lebih cepat, ” bebernya.

Sesuai pedoman Presiden, Yasonna berharap ekosistem ekonomi kreatif bisa langsung diberdayakan. Sehingga produk lokal dapat menjadi pemimpin dalam pasar negara sendiri bahkan di pasar global.

“Utamanya mendorong bangsa untuk bangga terhadap keluaran buatan dalam negeri serta membangun sektor industri kaya yang bermuatan potensi kekayaan intelektual, ” katanya.

Jadi Momen KI Dorong Pelaku UMKM

Dalam kesempatan yang serupa, Yasonna menginginkan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia 2021 menjelma momen untuk mengedukasi, membangkitkan semangat berkreasi, dan mendorong potensi-potensi KI kepada bangsa. Khususnya pelaku UMKM buat menuju Indonesia berdikari secara ekonomi.

“Besar harapan untuk Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual dan janji bersama keluarga besar Kemenkumham untuk mewujudkan cita-cita membentuk ekosistem ekonomi kreatif, ” bebernya.

Lengah satunya, kata Yasonna, bisa berperan mewujudkan kemandirian ekonomi bangsa. Dengan cara ekonomi kreatif berbasis kekayaan mental.

“Yang berperan penting mewujudkan kemandirian ekonomi bangsa melalui ekonomi kaya berbasis kekayaan intelektual, ” tambahnya. [lia]

Back To Top