Mengobarkan Lahan Untuk Persawahan, Petani di Muara Enim Terancam 10 Tahun Penjara

Mengobarkan Lahan Untuk Persawahan, Petani di Muara Enim Terancam 10 Tahun Penjara
Berita

Mengobarkan Lahan Untuk Persawahan, Petani di Muara Enim Terancam 10 Tahun Penjara

Merdeka. com – Seorang petani, Basarudin (50) ditangkap polisi karena membakar lahan seluas setengah hektare. Pelaku pun terancam menjalani aniaya penjara maksimal sepuluh tahun tangsi.

Pelaku diamankan setelah warga melapor ke polisi zaman membakar lahan semak belukar bergambut di Desa Harapan Mulia, Kecamatan Muara Belida, Muara Enim, Sumatera Selatan, Selasa (15/9), pukul 10. 30 WIB. Namun, pelaku membiarkan lokasi sehingga api membesar.

Warga yang tinggal dalam Desa Semantul, Kecamatan Rantau Bayur, Banyuasin, itu kembali ke tanah untuk membakar. Tak lama kemudian, petugas datang dan langsung mengamankannya.

Kapolres Muara Enim, AKBP Donni Eka Syahputa mengutarakan, tersangka bermaksud membuka lahan tersebut untuk persawahan. Hanya saja caranya melanggar hukum sehingga harus dipertanggungjawabkan sesuai perundang-undangan.

“Tersangka dipergoki saat membakar lahan, luasnya setengah hektare, ” katanya, Kamis (17/9).

Dalam interpretasi itu, petugas mendapati barang informasi sebilah parang, korek api, & sisa kayu terbakar. Dia dipakai Pasal 108 juncto Pasal 56 ayat (1) Undang-undang Nomor 39 Tahun 2014 Tentang Perkebunan ataupun Pasal 187 ayat (1) KUHP dengan ancaman sepuluh tahun penjara.

“Kasusnya sedang diproses di Polsek Gelumbang. Kami imbau masyarakat tak lagi membakar buat membuka lahan karena melanggar norma, ” tutupnya. [fik]

Back To Top