Mengenal Kuskus di Indonesia Timur, Hewan Ternak Pertama Di dalam Sejarah

mengenal-kuskus-di-indonesia-timur-hewan-ternak-pertama-dalam-sejarah-4
Berita

Mengenal Kuskus di Indonesia Timur, Hewan Ternak Pertama Di dalam Sejarah

Merdeka. com kepala Sekilas nampak seperti monyet yang mampu memanjat dengan handal. Namun dilihat lebih depan, kakinya yang pendek bertambah merepresentasikan kucing. Kuskus, adalah hewan endemik Indonesia Timur. Jika berdasar garis Weber, persebarannya ada di Tanah Maluku dan Papua. Tidak disangka hewan sebesar kucing ini punya sejarah membersamai manusia di masa lampau. Terlebih sebagai konsumsi sumber protein manusia.

Penelitian para arkeolog & antropolog pada Atlas Obscura menyimpulkan, Kuskus dekat dengan manusia sejak ribuan tarikh lalu. Khususnya sebelum sapi, babi, kambing, bahkan mandung menjadi ternak. Kuskus menggantikan hewan ternak pertama di sejarah. Terlepas dari domestikasi hewan dan pembatasan label hewan peliharaan. Kuskus siapa tahu contoh tertua dari pengelolaan hewan dalam sejarah.

Kuskus nampak mengecewakan, dan bukan pelari yang cepat. Kuskus mudah diburu sebagai sumber protein. Meskipun saat ini beberapa macam Kuskus merupakan hewan dengan dilindungi.

©2021 Mandiri. com/Auzan Sukaton

Sejarah perkembangan mencatatat sebelum Revolusi Pertanian, manusia hanya berburu dan mengumpulkan makanan. Bagi Indonesia Timur serta Papua New Guinea, Kuskus mudah didapatkan ketimbang cecak tanah dan tikus hutan. Bani adam lebih suka berburu serta menyimpan makanan. Keberadaannya pun juga tampak melimpah.

Penduduk Asia Pasifik biasanya menyimpan kuskus dalam sangkar bambu. Memberi makan dengan buah dan sayuran. Bahkan membiarkannya lepas dengan berkala mencari makan tunggal. Mirip hewan ternak modern saat ini.

Kebutuhan Kuskus lebih khusus untuk konsumsi. Kulit itu bisa digunakan sebagai 1 pembuatan pakaian. Bahkan zaman dipelihara, Kuskus bisa siap teman yang menyenangkan.

©2021 Merdeka. com/Auzan Sukaton

Kuskus mempunyai sejarah yang panjang. Persebarannya juga sempat punah kurun gunung berapi meledak dalam Long Island Pasifik Selatan. Menewaskan hampir semua dengan ada didalamnya. Keberadaan Kuskus di Indonesia Timur bertepatan dengan kedatangan manusia dalam sana pada 3. 000 tahun yang lalu. Mengisbatkan bahwa Kuskus dipelihara, dibawa dan diperlihatkan pada habitat baru.

Sebuah penelitian lain mengungkap, Kuskus telah ada selama 12. 000 tahun yang morat-marit. Tepatnya di New Ireland yang berjarak 600 kilometer dari Papua. Arkeolog Australia menemukan tulang Kuskus di sedimen pada akhir 1980 an.

©2021 Mandiri. com/Auzan Sukaton

Kuskus merupakan mamalia berkantung. Layaknya Kanguru, Kuskus membesarkan anak mereka di kantung tubuhnya. Bayi dengan baru lahir akan merangkak masuk ke dalam kantung hingga dapat makan sendiri. Kuskus mampu melahirkan 2 hingga 4 anak. Namun, biasanya hanya satu budak Kuskus yang mampu keluar dari kantong setelah 6 bulan.

Kuskus suka menghabiskan waktunya dalam pepohonan. Di sana Kuskus bisa mendapatkan perlindungan sebab pemangsa darat. Bahkan Kuskus suka bersarang di arah kelopak Pohon Kelapa. Buntut dan cakarnya yang tajam mampu menopangnya hinggap dalam dahan dan ranting pepohonan. Kuskus mampu tumbuh mematok 60 cm, dan berat 1 kg. Hewan ini termasuk nokturnal dan pemakan segala atau omnivora.

©2021 Merdeka. com/Auzan Sukaton

Spesies Kuskus di Nusantara beragam, Kuskus Tutul, Kuskus Tanah, Kuskus Cokelat, Kuskus Kerdil, Kuskus Hitam, maka Kuskus berdasarkan nama wadah persebarannya. Sulawesi juga punya Kuskus endemiknya bernama Kuskus Beruang. Kuskus langka dengan hampir punah karena kerusakan habitat aslinya.

Indonesia sendiri mengkategorikan Kuskus sebagai hewan langka. Dilarang mengambil untuk dijual apabila spesies langka di alamnya. Kategori Appendix 2 menangani hewan di alamnya. Bila sudah ditangkarkan generasi ke-3 yang boleh dimanfaatkan. [Ibr]

Back To Top