Menakar Permintaan ICW ke Kapolri, Tarik Firli Bahuri ke Polri

menakar-permintaan-icw-ke-kapolri-tarik-firli-bahuri-ke-polri-1
Berita

Menakar Permintaan ICW ke Kapolri, Tarik Firli Bahuri ke Polri

Merdeka. com – Indonesia Corruption Watch (ICW) menyoroti kepemimpinan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri. ICW meminta Dewan Pengawas (Dewas) menjatuhi sanksi serta bersurat ke Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menarik Firli kembali ke Kebiasaan Bhayangkara.

Spesialis hukum pidana dari Universitas Al-Azhar Suparji Ahmad menilai tidak memiliki justifikasi bagian Indonesia Corruption Watch (ICW) yang menyurati Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo biar menarik Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri kembali ke institusi kepolisian . Pokok, langkah itu tak sepaham dengan ketentuan perundang-undangan.

Suparji mengatakan, perundang-undangan telah mengatur perihal pemberhentian pimpinan lembaga yang berkantor di Kuningan, Jakarta Selatan, tersebut.

“Semuanya harus seusai dengan ketentuan yang berlaku, sebagaimana diatur dalam pasal 32 Undang-undang KPK, ” kata Suparji, seperti dikutip Antara, Kamis (27/5).

Menurut dia, Pasal 32 UU KPK itu menyebutkan bahwa arahan KPK dapat diberhentikan jikalau yang bersangkutan meninggal dunia, berakhir masa jabatan, mengabulkan perbuatan tercela, menjadi tersangka tindak pidana kejahatan, ataupun berhalangan tetap.

“Oleh karenanya, jika pemberhentian pimpinan KPK dengan pola menarik dari KPK, di hal ini sesuai latar belakang misalnya sebagai Polri, kemudian ditarik Kapolri, secara prosedural tidak sesuai dengan bab 32 tadi, ” jelas Suparji.

Secara kata lain, sambung Suparji, ada hal yang perlu diperhatikan. “Tidak semata-mata kontrak memberantas korupsi , tetapi juga harus sesuai prosedur yang betul, ” katanya.

Sebelumnya, Indonesia Corruption Watch (ICW) akan melaporkan Pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri ke Mabes Polri. Hal tersebut terpaut sejumlah sikap dan tindakan kontroversial yang dilakukan Firli selama menjabat sebagai arahan lembaga antirasuah.

Peneliti ICW Kurnia Ramadhana menyampaikan, pihaknya akan pegari ke Mabes Polri sekitar pukul 14. 30 Wib, Selasa. Adapun ihwal kedatangannya meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk memikat dan memberhentikan Firli sebagai anggota kepolisian.

“Hal ini dilakukan mengingat Firli Bahuri masih berkedudukan sebagai anggota Polri aktif dan selama berkarir jadi Ketua KPK kerap menimbulkan kontroversi, ” tutur Kurnia saat dikonfirmasi, Selasa (25/5).

Kurnia mengekspos sejumlah kontroversi Firli, mulai dari pengembalian penyidik KPK Kompol Rossa Purbo Bekti ke Polri, sejumlah pelanggaran etik, hingga pemberhentian 75 pegawai lewat tes wawasan kebangsaan (TWK).

“Untuk itu, kami mendesak agar Kapolri dapat menarik Firli Bahuri sebagai Pemimpin KPK, atau bahkan memberhentikan yang bersangkutan sebagai bagian Polri aktif, ” sebutan Kurnia. [rhm]

Back To Top