Masukan BKSDA Aceh: Sepanjang 2020 Terjadi 95 Kasus Konflik Gajah dengan Manusia

Masukan BKSDA Aceh: Sepanjang 2020 Terjadi 95 Kasus Konflik Gajah dengan Manusia
Berita

Masukan BKSDA Aceh: Sepanjang 2020 Terjadi 95 Kasus Konflik Gajah dengan Manusia

Merdeka. com – Institusi Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Aceh mencatat, sepanjang Januari hingga akhir November 2020 telah terjadi 95 kali konflik gajah dengan manusia. Pada 2019, angka konflik gajah yang terjadi pada Provinsi Aceh mencapai 105 peristiwa.

“Hingga November tersebut, sudah 95 kasus konflik gajah yang tercatat terjadi di Aceh, ” kata Kepala BKSDA Daerah Aceh Agus Arianto yang dihubungi dari Meulaboh, seperti dilansir Jarang, Minggu (29/11).

Agus Arianto menjelaskan, penyebab utama terjadinya konflik gajah dengan manusia dalam Aceh disebabkan beberapa faktor. Berangkat dari perusakan habitat gajah, perambahan hutan lindung, alih fungsi lahan.

Tidak hanya itu, konflik ini juga terjadi sebab adanya pemasangan jerat gajah sebab masyarakat, sehingga menyebabkan satwa kasar yang dilindungi oleh negara itu menjadi semakin liar.

Agar kasus tersebut dapat diminimalisir, BKSDA Provinsi Aceh bersama negeri pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota di Aceh dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) telah menyusun bergabung upaya pencegahan konflik gajah.

Rencana itu, di antaranya dengan membentuk unit respons konservasi (conservation response unit/CRU) di tujuh kabupaten di Provinsi Aceh, dengan selama ini mengalami peningkatan kekacauan gajah di masyarakat, seperti dalam Kabupaten Aceh Utara, Aceh Timur, Pidie, Aceh Jaya, Aceh Barat, Aceh Selatan serta di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh.

“Jadi CRU yang sudah kita bentuk ini tugasnya buat melakukan pencegahan gangguan gajah dalam masyarakat, dan selama ini telah banyak berhasil, ” kata Agus. [noe]

Back To Top