Mahfud MD Sebut Djoko Tjandra Mampu Ajukan PK Lagi: Pelototi Proses Peradilan di MA

Mahfud MD Sebut Djoko Tjandra Mampu Ajukan PK Lagi: Pelototi Proses Peradilan di MA
Berita

Mahfud MD Sebut Djoko Tjandra Mampu Ajukan PK Lagi: Pelototi Proses Peradilan di MA

Merdeka. com –
Djoko Tjandra, buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, sempat mengajukan peninjauan kembali (PK) atas kasus yang menjeratnya pada Juni 2020 lalu. Oleh Pengadilan Negeri Jakarta Daksina, PK Djoko Tjandra, tidak diterima.

Pada Kamis (30/7) kemarin, Djoko Tjandra, ditangkap awak Mabes Polri di Kuala Lumpur, Malaysia dan saat ini telah berada di Bareskrim Polri. Kehadiran Djoko Tjandra setelah buron bertahun-tahun memungkinkan dirinya untuk mengajukan PK kembali.

Hal itu diungkap Menko Polhukam, Mahfud MD. Apalagi, PK Djoko Tjandra sebelumnya dinyatakan tidak diterima bukan ditolak.

“Kemarin, permohonan PK Djoko Tjandra oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dinyatakan tidak dapat diterima. Itu artinya tidak memenuhi syarat administratif, ” katanya pada Jakarta, Kamis (30/7) malam.

“Oleh karena itu, begitu Djoko Tjandra menjadi terpidana, tersebut memenuhi syarat untuk PK teristimewa, maka juga mungkin saja di waktu dekat Djoko Tjandra itu ajukan PK lagi ke meja hijau, ” sambungnya.

Bila benar kemudian Djoko Tjandra mengaku PK kembali, maka urusan itu tidak lagi menjadi ranah pemerintah.

“Bukan urusan Kepala, karena pengadilan itu urusan MA oleh sebab itu yang harus dipelototi sekarang itu proses kehakiman di MA. Sehingga kita harap pimpinan MA juga perhatikan tersebut secara sungguh-sungguh, karena pemerintah tak boleh ikut campur lagi. Kadang-kadang dalam masyarakat itu memcampuradukkan antara tugas MA dan pemerintah, ” katanya.

Menurutnya, tugas pemerintah telah selesai untuk menghadirkan Djoko Tjandra ke Tanah Tirta. Pemerintah tidak bisa ikut campur ke pengadilan, tapi menghadirkan tersangka itu tugas pemerintah.

Namun demikian, dirinya akan tetap akan berkoordinasi agar kasus ini tetap diperhatikan.

“Dan saya percaya, saya merasa damai kerjasama dan percaya pada integritas. Jaksa Agung dan kapolri dengan sekarang ini beserta Kabareskrim kami sudah berdiskusi dari hati ke hati selama beberapa kali, aku tahu mereka ini bersungguh-sungguh serta tidak terbebani oleh masa berarakan sehingga lebih leluasa untuk lakukan tindakan, ” pungkasnya. [lia]

Back To Top