Libur Panjang, Pemerintah Minta Warga Patuhi Protokol Kesehatan di Tempat Wisata

Libur Panjang, Pemerintah Minta Warga Patuhi Protokol Kesehatan di Tempat Wisata
Berita

Libur Panjang, Pemerintah Minta Warga Patuhi Protokol Kesehatan di Tempat Wisata

Merdeka. com semrawut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyadari banyak masyarakat yang menggunakan long weekend atau libur simpulan pekan panjang untuk pergi ke tempat-tempat wisata. Dia meminta kelompok tetap mematuhi protokol kesehatan memikirkan masih mewabahnya Covid-19.

Adapun long weekend dimulai pada 17 Agustus atau HUT ke-75 RI dan dilanjutkan dengan tahun baru Islam 1 Muharram 1442 Hijriah, Kamis (20/8). Wiku membicarakan banyak masyarakat pergi ke wisata alam namun tidak menerapkan bangun jarak dan menimbulkan kerumunan.

“Misalnya, terjadi kerumunan di Bukit Besak Sumatera Selatan, ada 6. 000 pendaki saat liburan 17 Agustus. Kemudian juga pada Pantai Pangandaran juga berkerumun, dalam Gunung Bawakaraeng Sulawesi Selatan ada 6. 000 pendaki yang berhimpun dan tidak menerapkan physical distancing, jaga jarak, ” kata Wiku saat konferensi pers, Kamis burit.

Wiku pun mengingatkan agar masyarakat memperhatikan protokol kesehatan agar tidak memunculkan klaster pertama Covid-19. Selain itu, dia menodong penyelenggara wisata serta tempat penginapan menerapkan disiplin protokol kesehatan kepada para pengunjung.

“Betul-betul dijaga kapasitasnya hanya 50 tip, jaga jarak, sediakan fasilitas basuh tangan yang baik dan pastikan seluruh pengunjung menggunakan masker, ” jelasnya.

“Masyarakat betul-betul dapat disiplin melakukan hal itu karena kalau kita tidak disiplin nanti kita yang memanen kasusnya di beberapa hari ke pendahuluan. Inilah yang harus kita hindari, ” sambung Wiku.

Dia menyampaikan bahwa pemerintah telah berupaya untuk menekan penyebaran Covid-19. Wiku menyebut sudah ada peningkatan penanganan Covid-19 di tanah tirta.

“Mohon agar hal-hal seperti ini tidak terulang dalam liburan kali ini. Sebab prestasu yang kita capai telah cukup lama, tidak boleh kita rusak karena keteledoran atau ketidakdisiplinan kita semua, ” ucap Resi.

Reporter: Lizsa Egeham [ray]

Back To Top