Libur Akhir Tahun, Jumlah Penumpang lantaran Terminal Pulogebang Menurun

Libur Akhir Tahun, Jumlah Penumpang lantaran Terminal Pulogebang Menurun
Berita

Libur Akhir Tahun, Jumlah Penumpang lantaran Terminal Pulogebang Menurun

Merdeka. com – Kepala Satuan Pelaksana Proses Terminal Pulogebang Afif Muhroji mengatakan adanya penurunan jumlah penumpang menghadap libur Natal dan Tahun Segar 2021. Kata dia, penurunan tersebut terjadi mulai Senin, 21 Desember 2020. Sehari sebelumnya, penumpang dengan berangkat dari Terminal Pulogebang mencapai 1. 122 orang.

“Data penumpang mengalami penurunan sebab adanya aturan pengetatan terhadap orang yang keluar Jabodetabek, ” logat Afif saat dihubungi, Rabu (23/12).

Dia menjelaskan jumlah penumpang yang berangkat dari Pangkalan Pulogebang mencapai 793 orang di Senin (21/12). Lalu, sebanyak 918 orang melakukan perjalanan pada Selasa (22/12). Afif menyatakan pihaknya zaman ini mengikuti Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan Nomor 20 tahun 2020, terkait pemeriksaan kesehatannya.

“Bahwa untuk area Pulau Jawa sifatnya himbauan, jadi secara surat keterangan sehat/bebas influenza, rapid antibodi sudah cukup. Kalau rapid antigen/swab/PCR lebih bagus, kecuali buat penumpang yang menyeberang ke Bali harus wajib rapid test antigen, ” ucapnya.

Sebelumnya, Satgas Covid-19 mengeluarkan Surat Informasi Nomor 3 Tahun 2020 mengenai Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 pada Masa Pandemi Covid-19.

Dalam surat edaran yang ditandatangani Kepala BNPB sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo ini menjelaskan protokol yang harus dikerjakan jika ingin bepergian selama libur Natal dan Tahun Baru.

“Setiap individu yang melakukan perjalanan orang dengan kendaraan karakter maupun umum bertanggung jawab akan kesehatannya masing-masing, serta tunduk serta patuh pada syarat dan keyakinan yang berlaku, ” demikian dikutip dari SE Nomor 3/2020, Minggu (20/12/2020).

SE itu menjelaskan, bagi mereka yang hendak melakukan perjalanan menuju Bali, baik menggunakan transportasi udara, darat atau laut harus membawa surat bukti bebas dari virus Covid-19.

Bagi mereka yang melakukan perjalanan menggunakan pesawat terbang, oleh sebab itu wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif menggunakan tes RT-PCR menyesatkan lama 7 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan penjelajahan dan mengisi Kartu Kewaspadaan Kesehatan tubuh atau e-HAC Indonesia.

Sedangkan mereka yang menggunakan moda transportasi darat atau laut, indah pribadi maupun umum, wajib membuktikan surat keterangan hasil negatif menggunakan rapid test antigen paling periode 3 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan serta mengisi e-HAC Indonesia.

Reporter: Ika Defianti
Sumber: Liputan6. com [eko]

Back To Top