Lawan Gugatan Pilkada Surabaya di MK, PDIP Siapkan Bukti Data & Saksi

Lawan Gugatan Pilkada Surabaya di MK, PDIP Siapkan Bukti Data & Saksi
Berita

Lawan Gugatan Pilkada Surabaya di MK, PDIP Siapkan Bukti Data & Saksi

Merdeka. com – DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya menyiapkan Lembaga Saksi Pemilu Nasional (BSPN) buat melawan gugatan Pasangan Calon (Paslon) Machfud Arifin-Mujiaman di Mahkamah Konstitusi (MK). Tim ini lah, nantinya bakal menyiapkan data dan saksi yang dibutuhkan untuk melawan argumentasi dari penggugat.

Pemimpin DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Adi Sutarwijono menyatakan bahwa Badan Saksi Pemilu Nasional PDIP Kota Surabaya atau BSPN sudah bekerja sejak 1, 5 bulan yang lalu.

“Mereka melatih para-para saksi sebanyak 11 ribu personel, mereka melatih dan memberi pembekalan di masa pandemi Covid-19. Di setiap latihan hanya diperbolehkan 100 karakter dan mereka bisa menyelesaikan itu, ” tuturnya, Jumat (18/12).

Ia menambahkan, BSPN juga membentuk kamar hitung. Salah satu inputernya merupakan anak-anak mahasiswa yang menguasai IT. Sehingga hasil hitung dokumen C1 yang diserahkan ke kantor DPC dari kecamatan-kecamatan tepat diinput.

“Selanjutnya sekitar lima jam terhitung sejak coblosan, sudah diketahui mayoritas dari C1 hasil itu kecenderungannya ke mana. Dan hasil real count BSPN itu mendekati persis hasil sejak real count KPU, ” katanya.

Sementara itu, Ketua BSPN PDIP Kota Surabaya, Purwadi mengatakan tidak hanya persoalan permasalahan perolehan paslon, tetapi pihaknya juga mengetahui semua persoalan di seluruh masing-masing TPS.

“Jadi misalnya surat suara, penggunaan hak pilih, dan itu yang saya bawa dalam rekapitulasi di KPU dan perbaikan-perbaikan di tingkat per TPS, ” ujarnya.

Jadi tidak hanya paslon, tinggi Purwadi, pihaknya juga mengetahui seluruh mulai DPT sudah sesuai metode sampai penggunaan hak pilih bahkan sampai tingkat partisipasi pemilih.

“Itu yang kami kerjakan, salah satu fungsi kamar hitung adalah mendeteksi setiap kejanggalan di per TPS, ” ucapnya.

Purwadi mengatakan, setiap kejanggalan dengan ditemukan di masing-masing TPS itu pun sudah disampaikan dalam rapat pleno KPU.

“Misalnya penggunaan hak pilih yang tak sesuai dengan daftar hadir, lulus diganti. Kemudian pengguna hak seleksi laki-laki dan perempuan. Itu dengan kami lakukan, salah satu fungsi kamar hitung adalah mendeteksi pada setiap kejanggalan di masing-masing TPS, ” ucapnya.

Purwadi mengisbatkan, pihaknya tidak hanya sekedar meyakinkan kemenangan paslon nomor urut satu tapi juga punya data-data jika sampai terjadi gugatan di MK.

“Jadi kami sudah siap data-data semuanya termasuk detail-detail persoalan di masing-masing TPS. Ana hanya menyiapkan data dan saksi hingga persoalan yang dituduhkan pada kami terkait masalah ASN dan yang lainnya serta berkoordinasi dengan badan hukum PDIP untuk melawan gugatan ke MK, ” ucapnya.

Sementara itu Wakil Wali Kota Surabaya terpilih, Armudji mengatakan, dirinya tidak bisa menyekat para pihak untuk melakukan gugatan ke MK. Namun, ia tahu, jika selisih suara di Pilkada Surabaya cukup tebal.

“Di Gresik saja mereka legowo tanpa melakukan gugatan. Karena yang digugat itu harusnya, dari hasil pemilihan kemarin kita selisihnya betul tebal, di Gresik selisihnya cuma 2, 5 persen tapi mereka paham dengan aturan yang ada, ” katanya.

Sebelumnya, tak terima dengan hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU), Paslon nomor urut 2, Machfud Arifin-Mujiaman mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Gugatan diajukan lantaran dalam Pilkada kemarin, ada dugaan kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masif.

“Bagi saya, langkah lembaga di MK tidak sekedar menang atau kalah dalam pemilihan kepala daerah. Menang atau kalah adalah hal yang biasa dan terlalu kecil untuk diperdebatkan. Machfud Arifin-Mujiaman ingin menjadikan perjuangan di MK sebagai warisan (legacy) untuk mendaulat demokrasi yang lebih baik buat ke depannya. Karena ada masalah kecurangan Terstuktur, Sistematis dan Massif yang terjadi secara kasat timbil dan tidak bisa saya biarkan begitu saja, ” kata Machfud, Kamis (17/12). [eko]

Back To Top