KPU Larang Pemilih Pilkada Bersuhu pada Atas 38 Derajat Celcius Masuk TPS

KPU Larang Pemilih Pilkada Bersuhu pada Atas 38 Derajat Celcius Masuk TPS
Berita

KPU Larang Pemilih Pilkada Bersuhu pada Atas 38 Derajat Celcius Masuk TPS

Merdeka. com – Komite Pemilihan Umum (KPU) melarang pemilih pada Pilkada 2020 yang bersuhu di atas 38 derajat Celsius masuk ke tempat pemungutan suara (TPS). Tujuannya untuk mencegah masuknya virus Corona (Covid-19).

“Pemilih yang memiliki suhu awak di atas 38 derajat Celsius tidak diperbolehkan masuk ke area TPS dan diarahkan untuk menyampaikan suara di tempat khusus pada luar TPS dengan didampingi oleh orang lain yang dipercaya oleh pemilih dan mengisi surat pemberitahuan menggunakan formulir C pemberitahuan KWK, ” kata komisioner KPU Memuja Raka Sandi dalam uji terbuka rancangan PKPU, Sabtu (6/6).

Di menuturkan, jumlah pemilih di dalam pemilihan dalam perihal bencana nonalam paling banyak 500 orang. Kemudian, jumlah pemilih dalam TPS tidak boleh lebih lantaran 12 orang.

“Pemilih di dalam lokasi TPS pada kepala waktu paling banyak 12 pemilih yang diatur sesuai dengan protokol kesehatan, ” ucap Raka.

Kemudian, dia menjelaskan menerjang alat untuk memberikan suara. Nantinya pemilih menggunakan sarung tangan seluruhnya pakai dan alat coblos dengan disterilisasi.

“Kemudian pemberian suara menggunakan alat coblos yang telah disediakan berupa paku. Di menggunakan alat coblos, pemilih menggunakan sarung tangan sekali pakai. Sebelum digunakan oleh pemilih, alat coblos wajib disterilisasi dengan disinfektan sebab petugas KPPS, ” jelas dia. [ray]

Back To Top