KPAI Sebut Pandemi Covid-19 Tingkatkan Praktik Pekerja Libatkan Anak

KPAI Sebut Pandemi Covid-19 Tingkatkan Praktik Pekerja Libatkan Anak
Berita

KPAI Sebut Pandemi Covid-19 Tingkatkan Praktik Pekerja Libatkan Anak

Merdeka. com – Kondisi pandemi Covid-19 cukup memberikan dampak pada perekonomian tanggungan. Keadaan ini pula yang membuat praktik-praktik kerja melibatkan anak-anak semakin meningkat.

“Memasuki 2020, persoalan pekerja anak semakin pelik manakala pandemi Covid-19 berdampak kaya terhadap ekonomi dan sosial, terutama bagi mereka yang rentan dengan ekonomi, ” kata Anggota Bidang Trafficking dan Eksploitasi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Ai Maryati Solihah, dalam jumpa pers secara virtual. Demikian dikutip dari Jarang, Rabu (25/11).

Survei yang dilakukan KPAI bekerja cocok dengan IOM, Sekretariat Jarak, serta para pegiat pencegahan tindak pidana perdagangan orang di 20 praja, pada sembilan provinsi sejak September hingga Oktober 2020 menemukan praktik-praktik pekerja anak. Temuan ini diduga kuat dampak penurunan pendapatan tanggungan akibat pandemi Covid-19.

Menurutnya, selama pandemi Covid-19 terjadi peningkatan jumlah dan perluasan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk bagi anak. Bahkan sebagian besar lingkungan kerja praktisi anak dapat merusak atau menghambat tumbuh kembang anak.

“Sejatinya anak tidak boleh berlaku, tidak boleh bertanggung jawab berasaskan kebutuhan dan ekonomi keluarga. Situasi dan latar belakang mereka main dan menjadi pekerja anak tidak lepas dari peran orang usang, keluarga, dan orang dewasa atau lingkungan yang melekat di sekitarnya, ” tuturnya.

Di dalam survei tersebut terdapat lima zona pekerja anak yang terobservasi, yakni anak yang dilacurkan (31, enam persen), anak dipekerjakan di pertanian (21, 1 persen), anak pemulung (15, 8 persen), anak jalanan (15, 8 persen), dan praktisi rumah tangga anak (15, 8 persen).

Beberapa temuan alasan anak bekerja dalam survei tersebut antara lain karena orangtua berhenti bekerja sehingga ingin positif penghasilan keluarga atau mencari bunga penghasilan. Tetapi ada juga orangtua yang memaksa anaknya bekerja untuk mempertahankan kehidupan keluarga.

Ai mengatakan, situasi buruk asing yang mengancam pekerja anak ialah kerentanan pada tindak pidana perniagaan orang sebagai dampak pandemi Covid-19 secara ekonomi dan sosial. [lia]

Back To Top