Komplotan Pencuri Sapi di Ketepeng Terbongkar, Pemimpinnya Pecatan Petugas

komplotan-pencuri-sapi-di-kupang-terbongkar-pemimpinnya-pecatan-polisi-1
Berita

Komplotan Pencuri Sapi di Ketepeng Terbongkar, Pemimpinnya Pecatan Petugas

Langgas. com – Komplotan pencuri lembu di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), terbongkar. Kaum ini ternyata dipimpin seorang pecatan petugas .

Bersandarkan informasi dihimpun, Unit Resmob Subdit III Jatanras Direktorat Reskrimum Polda NTT menangkap 7 orang yang berperan dalam komplotan pencuri peliharaan sapi ini. Tersangka yang diringkus yakni PL alias Polce (40) yang merupakan mantan anggota Polri, YS alias Je’u (35), Olla, Hans Adoe, Rio, Agus dan Natan, serta seorang pedagang daging KAN pedengan Anton (34). Mereka ditangkap di Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Rabu (28/7) subuh.

Awalnya sekitar pukul 04. 00 Wita, tim Resmob Subdit III Jahtanras Polda NTT membuntuti YS pedengan Je’u. Dia diduga kaki tangan dari jaringan pencuri ternak yang sering beroperasi di wilayah Kota Kupang serta Kabupaten Kupang.

Pria itu dibuntuti lantaran depan Rumah Sakit Ijmal Undana (Undana Lama), Hidup Jenderal Soeharto, Kelurahan Naikoten I, Kota Kupang. Saat itu Je’u menumpang angkot dan ke arah Kelurahan Sikumana, Kota Kupang.

Ternyata angkot yang ditumpangi Je’u berhenti di depan rumah milik PL alias Polce. Mereka memuat benda dalam beberapa bandela dan plastik.

Polisi kemudian menghentikan mobil angkot. Mereka menemukan daging lembu segar yang siap dibawa ke Pasar Oeba, Kelurahan Fatubesi, Kota Kupang buat dijual.

Kepada polisi, Je’u mengaku jika dia bagian dari persekutuan yang dipimpin Polce. Pecatan polisi itu pun ditangkap di rumahnya.

Dari hasil interogasi terhadap Je’u dan Polce, penjaga mengamankan KAN alias Anton (34). Dia merupakan pengepul daging sapi hasil curian di Pasar Oeba, Praja Kupang.

Selain mengamankan ketiga anggota perampas ternak sapi itu, penjaga juga mengamankan barang data 180 kilogram daging sapi segar, parang, pisau, handphone, dan timbangan daging.

Anton sendiri mengaku daging sapi itu dibeli dari Polce seharga Rp65. 000 per kilogram. Tatkala itu, Polce mengakui daging sapi itu merupakan buatan aksi pencurian yang itu lakukan di Desa Sumlili, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.

Tempat mencuri dua ekor lembu di lokasi itu. Aktivitas pencurian dia lakukan beriringan Olla, Hans Adoe, Rio, Agus dan Natan.

Polisi kemudian memajukan pemeriksaan dan mengamankan kelimanya di rumah masing-masing dalam wilayah Kota Kupang.

Kapolsek Kupang Barat Iptu Sadikin membenarkan penangkapan ketujuh orang itu. Tempat menyatakan mereka disangka berperan pencurian dua ekor lembu di Desa Sumlili. Kedua ternak itu dibantai di tempat. Para pencuri hanya menyisakan tulang, isi perut, dan kulit di lokasi itu.

“Yang tangkap dari Jatanras Polda NTT. Laporan polisi tepat dibuat korban dan ana sudah arahkan ke Polda, ” jelas Sadikin, Rabu (28/7). [yan]

Back To Top