Kemendagri Apresiasi Realisasi APBD 2021 di Sejumlah Pemda

kemendagri-apresiasi-realisasi-apbd-2021-di-sejumlah-pemda-1
Berita

Kemendagri Apresiasi Realisasi APBD 2021 di Sejumlah Pemda

Merdeka. com – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengapresiasi pencapaian realisasi perkiraan pendapatan dan belanja wilayah (APBD) sejumlah pemerintah daerah (pemda) di Tahun Taksiran 2021.

Sekretaris Jenderal Kemendagri, Muhammad Hudori, mengatakan Mendagri Tito Karnavian juga telah menyampaikan pengetahuan tersebut kepada berbagai pemda.

“Berdasarkan buatan monev (monitor dan evaluasi) yang dilakukan Ditjen Keuda (Keuangan Daerah), Pak Mendagri telah memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah untuk penerimaan realisasi APBD Tahun 2021, ” kata Hudori pada Jakarta . Demikian dikutip dari Kurun, Rabu (1/9).

Dia mengatakan, rata-rata pemerintah provinsi mencapai realisasi APBD Tahun 2021 sebesar 40, 13 persen sesuai masukan per 6 Agustus 2021.

Percepatan realisasi APBD berperan penting pada pertumbuhan ekonomi nasional. Sebab karena itu, Hudori memperingatkan seluruh pemda untuk bersinergi dalam mempercepat realisasi APBD secara tepat dan segera.

“Ini yang sering disampaikan oleh Bapak Presiden, karena pertumbuhan ekonomi di tingkat nasional itu membutuhkan sinergi untuk memacu realisasi APBN dan APBD, ” tuturnya.

Pemerintah provinsi dengan realisasi APBD di atas sama nasional ialah Gorontalo (52, 57 persen), Lampung (50, 27 persen), Nusa Tenggara Barat (49, 32 persen), Sumatera Utara (49, 30 persen) dan Kalimantan Daksina (48, 91 persen).

Sementara itu negeri kabupaten dengan realisasi terbaik ialah Kabupaten Grobogan (54, 79 persen), Kabupaten Kulon Progo (54, 64 persen), Kabupaten Cianjur (54, 42 persen), Kabupaten Pati (51, 61 persen) serta Kabupaten Kaur (50, 64 persen).

Di tingkat pemerintah kota, daerah secara realisasi terbaik ialah Tanah air Denpasar (47, 31 persen), Kota Palu (46, 38 persen), Kota Banjar Perdana (45, 82 persen), Tanah air Metro (45, 56 persen) dan Kota Ternate (45, 49 persen).

Berdasarkan data Badan Sentral Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal ke-2 mencapai 7, 07 persen year on year, yang merupakan titik balik setelah kuartal sebelumnya dimana terjadi kontraksi pada posisi -0, 74 persen. [lia]

Back To Top