Kejadian Korupsi Asabri, Kejagung Tuntutan Mal hingga Hotel Milik Benny Tjokro

kasus-korupsi-asabri-kejagung-sita-mal-hingga-hotel-milik-benny-tjokro-1
Berita

Kejadian Korupsi Asabri, Kejagung Tuntutan Mal hingga Hotel Milik Benny Tjokro

Merdeka. com – Tim penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) balik menyita aset tersangka urusan korupsi di PT Asabri. Kali ini aset dengan disita berupa tanah, mal, dan hotel milik Benny Tjokrosaputro (BTS).

Kepala Pusat Penerangan Norma (Kapuspenum) Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan, kekayaan berupa tanah, mal, dan hotel tersebut berada di daerah Mempawah dan Pontianak.

“Kali ini penyitaan aset milik tersangka yang berhasil disita di perkara tersebut yakni aset-aset milik dan atau dengan terkait tersangka BTS, ” kata Leonard dilansir dari Antara, Minggu (28/3).

Ia menjelaskan kekayaan yang disita tersebut berupa enam bidang tanah dan/atau bangunan. Penyitaan aset-aset tersebut telah mendapat penetapan sebab Wakil Ketua Pengadilan Jati Pontianak pada Kamis 25 Maret 2021.

“Yang pada pokoknya memberikan izin kepada penyidik Kejaksaan Agung untuk melakukan penyitaan terhadap tanah dan/atau bangunan di Kota Pontianak, ” kata Leonard dikutip daripada Antara.

Pantas Penetapan Wakil Ketua Mahkamah Negeri Pontianak Nomor: 10/Pen. Pid. Sus-TPK/2021 /PN. PTK tanggal 24 Maret 2021, asset milik atau yang berkaitan dengan tersangka Benny Tjokrosaputro yaitu satu bidang tanah dan/atau bangunan serasi HGB No. 469 yang terletak di Kota Pontianak dengan luas 9. 820 meter persegi.

Selanjutnya, satu bidang tanah dan/atau bangunan sesuai HGB No. 511 yang terletak di Kota Pontianak dengan luas 577 meter persegi.

“Di arah dua bidang tanah tersebut, berdiri sebuah bangunan permanen yaitu Mal Matahari Pontianak, ” kata Leonard.

Sementara itu bersandarkan Penetapan Wakil Ketua Meja hijau Negeri Pontianak Nomor: 12/ Pen. Pid. Sus-TPK/2021/PN. PTK tanggal 24 Maret 2021, asset milik atau dengan berkaitan dengan Benny Tjokrosaputro, yaitu satu bidang desa dan/atau bangunan sesuai HGB No. 38 (dahulu No. 2058) yang terletak di Kota Pontianak dengan besar 2. 034 meter persegi.

Satu tempat tanah dan/atau bangunan serasi HGB No. 57 (dahulu No. 2055) yang terletak di Kota Pontianak dengan luas 93 meter persegi.

“Di arah dua bidang tanah tersebut berdiri sebuah bangunan kekal yaitu Hotel Maestro Pontianak, ” ujarnya.

Berikutnya, satu bidang desa dan/atau bangunan sesuai HGB No. 58 (dahulu No. 2057) yang terletak di Kota Pontianak dengan umum 166 meter persegi dan satu bidang tanah dan/atau bangunan sesuai HGB No. 59 (dahulu No. 2056) yang terletak di Praja Pontianak dengan luas 159 meter persegi.

Selanjutnya, kata Leonard, aset milik atau yang berkaitan dengan tersangka Benny Tjokrosaputro yang masih dalam cara untuk disita oleh Kejagung berupa tiga hamparan tempat tanah seluas kurang bertambah 833 hektare (8. 330. 000 meter persegi) yang terletak di Desa Peniti Luar, Desa Sungai Purun Besar dan Desa Kali Burung Kabupaten Mempawah.

“Terhadap aset-aset para-para tersangka yang telah disita tersebut, selanjutnya akan dilakukan penaksiran atau taksasi oleh Kantor Jasa Penilai Umum (KJPP) guna diperhitungkan sebagai penyelamatan kerugian keuangan negeri didalam proses selanjutnya, ” kata Leonard.

Kasus dugaan tindak kejahatan pengelolaan keuangan dan simpanan investasi oleh PT Asabri telah merugikan keuangan negeri sebesar Rp 23, 73 triliun. Kerugian negara di kasus ini jauh lebih besar dari perkara Jiwasraya.

Jampidsus sudah menetapkan 9 orang simpulan, yakni Dirut PT Asabri periode 2011 sampai Maret 2016 Mayjen Purn. Umat Rachmat Damiri, Dirut PT Asabri periode Maret 2016 Juli 2020 Letjen Purn. Sonny Widjaja, Direktur Keuangan PT Asabri periode Oktober 2008 Juni 2014 Bachtiar Effendi, serta Direktur PT Asabri periode 20132014 & 20152019 Hari Setiono.

Berikutnya, Kepala Divisi Investasi PT Asabri Juli 2012Januari 2017 Ilham W. Siregar, Dirut PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi, dan Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relation Jimmy Sutopo dan Dirut PT Hanson International Tbk. Benny Tjokrosaputro dan Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat.

Baik Benny maupun Heru merupakan simpulan dalam kasus korupsi pada PT Asuransi Jiwasraya.

Selain itu, Kejaksaan Agung telah menyematkan urusan tindak pidana pencucian kekayaan (TPPU) terhadap tiga simpulan, yakni Benny Tjockrosaputro, Heru Hidayat, dan Jimmy Sutopo.

Kejagung telah menyita sejumlah aset hak para tersangka mulai lantaran bangunan, apartemen, tambah nikel, mobil mewah, kapal tenggat barang-barang berharga lainnya. Termasuk memburu aset yang tersedia di luar negeri seperti Singapura.

Hingga saat ini nilai sementara aset sitaan yang sudah dikumpulkan penyidik mencapai Rp7 triliun. Nilai ini belum termasuk dengan aset tangan yang sudah disita. [did]

Back To Top