Kasus DP 0 Persen, KPK Panggil Junior Manager PT Sarana Jaya

kasus-dp-0-persen-kpk-panggil-junior-manager-pt-sarana-jaya-1
Berita

Kasus DP 0 Persen, KPK Panggil Junior Manager PT Sarana Jaya

Merdeka. com – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi menjadwalkan memeriksa tiga sakai dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul Kelurahan Pondok Rangon, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur buat pembagunan rumah DP 0 persen.

Ketiga saksi tersebut yakni Junior Manager Sub Divisi Kerja Sama Usaha Perumda Pendirian Sarana Jaya Tahun 2018 dan 2019 Farouk Maurice Arzby, Notaris bernama Yurisca Lady Enggareni, dan preman Minto Arisda.

“Pemeriksaan dilakukan di Kantor KPK, ” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (27/4/2021).

Belum diketahui apa yang bakal digali penyidik terhadap itu. Namun belakangan diketahui tim penyidik tengah menyelisik soal prosedur pengadaan tanah yang dilakukan Perumda Pembangunan Perkakas Jaya.

Dalam Rabu, 21 April 2021, tim penyidik memeriksa Besar Satuan Pengawas Internal Perumda Pembangunan Sarana Jaya Ferra Ferdiyanti. Prosedur pengadaan desa diselisik tim penyidik lewat Ferra Ferdiyanti.

“Ferra Ferdiyanti (Kepala Dasar Pengawas Internal Perumda Pendirian Sarana Jaya) didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan prosedur internal dalam logistik tanah pada Perumda Pendirian Sarana Jaya, ” ujar Ali dalam keterangannya, Kamis (22/4/2021).

Di dalam kasus ini KPK sudah mencegah beberapa pihak ke luar negeri selama 6 bulan ke depan. Tapi KPK tak merinci para pihak yang dicegah itu. KPK juga belum bersedia mengumumkan pihak yang dijerat serta kontruksi perkara ini.

Sementara tersebut, Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Abdul Teragung membenarkan kabar terkait Eksekutif Utama Perumda Pembangunan Perkakas Jaya Yorry yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

“Berdasarkan kabar yang saya dapat dibanding asisten perekonomian, berita itu benar, ” kata Aziz saat dihubungi, Senin (8/3/2021).

Menurut Teragung, Yoory ditetapkan sebagai simpulan terkait pembelian lahan buat proyek pembangunan rumah DP nol rupiah . PD Pembangunan Sarana Jaya merupakan sebuah institusi usaha milik daerah (BUMD) DKI Jakarta yang bertanggungjawab dalam program DP hampa rupiah.

Saat ini, rusunami DP 0 Rupiah yang sudah dibangun berada di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, dan yang kedua masih dalam cara pembangunan di Cilangkap dan Pulogebang, Jakarta Timur.

Yoory sendiri tercatat sudah dua kali diperiksa tim penyidik KPK. Di dalam pemeriksaan 25 Maret 2021, Yoory yang disebut sebagai salah satu tersangka dalam kasus ini mengaku pasrah.

“Saya berserah kepada Tuhan, apa pula yang terjadi ke depannya, itu yang terbaik buat saya dan keluarga hamba, ” ujar Yoory pada Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (25/3/2021).

Saat dicecar badan media soal penetapan kehormatan tersangka terhadap dirinya, Yoory enggan berkomentar.

“Saya enggak bisa konfirmasi, ” kata dia [ded]

Back To Top