Karakter Pembalakan Liar di Raja Ampat Ditangkap Penyidik Gakkum KLHK

Karakter Pembalakan Liar di Raja Ampat Ditangkap Penyidik Gakkum KLHK
Berita

Karakter Pembalakan Liar di Raja Ampat Ditangkap Penyidik Gakkum KLHK

Merdeka. com – Penyidik Balai Gakkum KLHK Wilayah Maluku Papua menangkap Direktur PT Bangun Cipta Mandiri (BCM) berinisial FW terkait penumbangan liar di perairan Kampung Kalwal, Distrik Salawati Barat, Kabupaten Baginda Ampat, Provinsi Papua Barat. Pada kasus pembalakan liar ini, ada dua tersangka lainnya yakni Sudirman dan H Nudin yang sudah diproses hukum terlebih dahulu. Keduanya kini sedang menjalani persidangan.

“Pelaku yang dua kala berturut-turut mengabaikan panggilan penyidik Gakkum KLHK di tangkap di Jakarta dua hari lalu, dan sudah dibawa ke Sorong guna diserahkan ke pihak Kejaksaan Negeri Sorong, ” ungkap Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Papua, Leonardo Gultom dalam Sorong dilansir Antara, Minggu.

Dia menjelaskan, FW simpulan ditetapkan tersangka oleh penyidik di dalam tanggal 31 Maret 2020 sebab melanggar hukum sangkaan sengaja mengangkut, menguasai atau memiliki hasil hutan kayu yang tidak dilengkapi dengan bersama surat keterangan sahnya hasil hutan sebagaimana tercantum pada Pasal 83 Ayat 1 Huruf b Jo Pasal 12 Huruf e Undang-Undang No. 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pecahan Hutan. Dan Jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Menurut dia, sebagai ketentuan pasal-pasal tersebut ancaman hukuman bagi FW berupa pidana penjara paling lama 5 tahun dan pidana denda paling banyak Rp2, 5 miliar.

Dia mengutarakan kasus pembalakan liar ini berawal dari kegiatan Operasi Pengamanan serta Peredaran Hasil hutan Tim Operasi Balai Gakkum KLHK Maluku Papua. Tim Operasi awal Februari 2020 menahan Kapal KLM Sumber Jalan III yang bermuatan kayu olahan jenis merbau (Intsia bijuga) bermacam-macam ukuran, kurang lebih 100 m3 di Kampung Kalwal Distrik Salawati Barat, Kabupaten Raja Ampat minus surat izin sehingga diamankan had akhirnya menangkap para pelaku.

Dirjen Penegakan Hukum KLHK Rasio Ridho Sani yang memberikan keterangan terpisah, mengatakan bahwa interpretasi FW membuktikan KLHK tidak mundur menindak pelaku kejahatan terkait secara hutan seperti pembalakan liar, perambahan kawasan hutan untuk perkebunan ilegal maupun tambang ilegal, serta karakter kejahatan dan perusakan lingkungan hidup lainnya.

Di sedang pandemi Covid-19, tim Gakkum KLHK Maluku dan Papua terus berlaku menindak pelaku kejahatan untuk menyelamatkan sumber daya alam di provinsi timur Indonesia.

“FW ini mencari keuntungan di untuk penderitaan masyarakat banyak. Kami harapkan yang bersangkutan dalam proses persidangan dihukum seberat-beratnya. Sebab jika hutan dan lingkungan hidup kita hancur maka kehidupan masyarakat terancam bala yang dapat memakan korban, ” tutup dia. [ray]

Back To Top