Kaki Tapir di Riau Tamat Terkena Jerat di Konsesi

kaki-tapir-di-riau-putus-terkena-jerat-di-konsesi-1
Berita

Kaki Tapir di Riau Tamat Terkena Jerat di Konsesi

Merdeka. com – Seekor badak tampung menjalani perawatan di Kabupaten Pelalawan, Riau. Sebab, kaki kanan satwa dilindungi bernama latin tapiridae tersebut tuntas akibat terjebak jeratan.

Plh. Kepala Rumah Besar KSDA Riau, Hartono, mengatakan kondisi satwa berwarna hitam dengan corak putih itu saat ini di pantauan.

Dia mengatakan, usai dievakuasi sejak lokasi jeratan, tapir tersebut lantas dibawa ke pejabat distrik Nilo, PT Arara Abadi.

“Tim Rescue Balai Besar KSDA Riau yang dipimpin langsung Kepala Bidang KSDA Daerah 1, Andri Hansen Siregar didampingi tim medis drh Danang turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan terhadap seekor tapir tersebut, ” katanya, Sabtu (21/8).

Hartono mengatakan, badak tampung berjenis kelamin jantan tersebut berhasil dievakuasi. Kondisi fisiknya mulai menurun, sehingga pihak perusahaan mengambil tindakan mula melalui mantri hewan.

Hewan itu diberikan obat antibiotik serta obat kutu dan anti lalat, karena luka yang dialaminya sangat serius.

“Kondisi tapir menikmati putus kaki depan sebelah kanan pada bagian ruas tengah, akibat terkena kala. Bagian kaki yang tamat mengalami pembengkakan, dan situasi tubuh terlihat kurus, ” ucap Hartono.

BBKSDA juga telah memberikan treatment perawatan dengan menyuntikan obat antiradang, analgesik mengikuti vitamin. Usia tapir itu pun sudah tak muda lagi.

“Dilihat dari fisiknya, kemungkinan badak tampung itu berusia 10 tahun. Saat ini kondisinya indah dan masih mau prasmanan, ” jelasnya.

Hartono mengimbau agar kelompok untuk tidak memasang jerat di areal kebunnya secara alasan apapun. Dia berniat kepada pihak konsesi PT Arara Abadi Distrik Nilo agar ikut memantau areal konsesinya terbebas dari jerat. [lia]

Back To Top