Kaidah Baru Satgas Covid-19, Kekangan Mudik Mulai 22 April hingga 24 Mei

aturan-baru-satgas-covid-19-larangan-mudik-mulai-22-april-hingga-24-mei-1
Berita

Kaidah Baru Satgas Covid-19, Kekangan Mudik Mulai 22 April hingga 24 Mei

Merdeka. com – Satgas Covid-19 mengeluarkan Addendum Surat Edaran Nomor 13 tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriyah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Selama Bulan Nirmala Ramadhan 1442 Hijriyah.

Ketua Satgas Covid-19, Doni Monardo mengungkapkan addendum atau tambahan klausul Surat Edaran ini untuk menyusun pengetatan persyaratan Pelaku Kunjungan Dalam Negeri (PPDN) semasa H-14 peniadaan mudik (22 April – 5 Mei 2021) dan H+7 penghapusan mudik (18 Mei-24 Mei 2021).

Sementara selama masa peniadaan pegangan 6 – 17 Mei 2021 tetap berlaku Surat Edaran Satuan Tugas Pengerjaan COVID-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Pegangan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah.

“Tujuan Addendum Surat Edaran yang diteken pada 21 April ini adalah untuk mengantisipasi peningkatan arus pergerakan penduduk yang berpotensi meningkatkan penularan kasus antardaerah di masa sebelum dan sesudah periode peniadaan mudik diberlakukan, ” jelas Doni yang juga Ketua BNPB, Kamis (22/4).

Buat waktunya, periode H berantakan 14 menjelang masa penghapusan mudik (6 Mei 2021 sampai dengan tanggal 17 Mei 2021) yang dimaksudkan dalam Addendum Surat Edaran ini berlaku pada tanggal 22 April 2021 sampai dengan tanggal 5 Mei 2021.

Kemudian, periode H + 7 pascamasa peniadaan mudik (6 Mei 2021 sampai dengan tanggal 17 Mei 2021) yang dimaksudkan dalam Addendum Surat Edaran ini asi pada tanggal 18 Mei sampai dengan tanggal 24 Mei 2021.

“Addendum Surat Edaran tersebut berlaku efektif mulai tanggal 22 April sampai dengan tanggal 5 Mei 2021 dan 18 Mei sampai dengan tanggal 24 Mei 2021, serta akan ditinjau lebih lanjut sesuai secara kebutuhan dan/atau perkembangan status terakhir di lapangan, ” jelas dia.

Adapun rincian ketentuan addendum antara lain:

a. Pelaku perjalanan pemindahan udara wajib menunjukkan tulisan keterangan hasil negatif ulangan RT-PCR/rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam masa waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan, atau surat keterangan hasil negatif tes GeNose C19 di Bandar Udara sebelum keberangkatan sebagai persyaratan kunjungan dan mengisi e-HAC Indonesia;

b. Pelaku perjalanan transportasi laut wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR/rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu suntuk 1 x 24 tanda sebelum keberangkatan, atau tulisan keterangan hasil negatif tes GeNose C19 di Pangkalan sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan dan mengisi e-HAC Indonesia;

c. Pelaku perjalanan penyeberangan laut wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR/rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan, ataupun surat keterangan hasil negatif tes GeNose C19 dalam Pelabuhan sebelum keberangkatan jadi persyaratan perjalanan dan mengisi e-HAC Indonesia;

d. Khusus perjalanan rutin dengan moda transportasi bahar untuk pelayaran terbatas dalam wilayah satu kecamatan/kabupaten/provinsi, ataupun dengan transportasi darat molek pribadi maupun umum di satu wilayah aglomerasi perkotaan tidak diwajibkan untuk menunjukkan surat hasil tes RT-PCR/rapid test antigen/tes GeNose C19 sebagai syarat perjalanan tetapi akan dilakukan tes sewenang-wenang apabila diperlukan oleh Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Daerah;

e. Karakter perjalanan kereta api antarkota wajib menunjukkan surat data hasil negatif tes RT-PCR/rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun periode maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan, atau surat keterangan hasil minus tes GeNose C19 di Stasiun Kereta Api sebelum keberangkatan sebagai persyaratan kunjungan;

f. Karakter perjalanan transportasi umum darat akan dilakukan tes sebarang rapid test antigen/tes GeNose C19 apabila diperlukan oleh Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Daerah;

g. Pelaku perjalanan transportasi darat pribadi, dihimbau melakukan tes RT-PCR atau rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu suntuk 1 x 24 tanda sebelum keberangkatan, atau ulangan GeNose C19 di rest area sebagai persyaratan meneruskan perjalanan dan akan dikerjakan tes acak apabila diperlukan oleh Satuan Tugas Pengerjaan COVID-19 Daerah;

h. Pengisian e-HAC Nusantara dihimbau bagi pelaku penjelajahan dengan seluruh moda pemindahan darat umum maupun karakter, kecuali bagi pelaku perjalanan udara dan laut tetap melakukan pengisian e-HAC Indonesia;

i. Anak-anak di bawah usia 5 tahun tidak diwajibkan buat melakukan tes RT-PCR/rapid test antigen/tes GeNose C19 jadi syarat perjalanan;

j. Apabila hasil tes RT-PCR/rapid test antigen/tes GeNose C19 pelaku perjalanan negatif namun menunjukkan gejala, maka pelaku perjalanan tidak boleh melanjutkan perjalanan dan diwajibkan untuk melakukan tes diagnostik RT-PCR dan isolasi sendiri selama waktu tunggu hasil pemeriksaan; dan

k. Kementerian/Lembaga/Perangkat Daerah yang menyelenggarakan fungsi terkait relasi darat/laut/udara/perkeretaapian menindaklanjuti Addendum Tulisan Edaran ini dengan melakukan penerbitan instrumen hukum dengan mengacu pada Addendum Tulisan Edaran ini dan peraturan perundang-undangan. [ded]

Back To Top