Jokowi Lihat Ada Daerah yang Tidak Terapkan PSBB Berhasil Tekan Penyaluran Corona

Jokowi Lihat Ada Daerah yang Tidak Terapkan PSBB Berhasil Tekan Penyaluran Corona
Berita

Jokowi Lihat Ada Daerah yang Tidak Terapkan PSBB Berhasil Tekan Penyaluran Corona

Merdeka. com – Pemimpin Joko Widodo atau Jokowi menyebut ada sejumlah daerah yang tidak berstatus Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), namun dapat menangani virus corona (Covid-19) dengan menerapkan protokol kesehatan. Dia meminta agar dibuat patokan antara daerah berstatus PSBB & non-PSBB.

“Ini kudu dibandingkan yang PSBB dan yang non PSBB. Karena memang tersedia inovasi di lapangan dengan menerapkan model kebijakan pembatasan kegiatan bangsa disesuaikan dengan konteks di daerah masing-masing, ” ujar Jokowi zaman memimpin rapat terbatas melalui video conference, Selasa (12/5).

Dari 10 provinsi dengan peristiwa positif Covid-19 terbanyak, hanya DKI Jakarta , Jawa Barat, dan Sumatera Barat dengan menerapkan PSBB. Sementara, tujuh provinsi lainnya memilih menerapkan physical distancing atau menjaga jarak.

“Karena itu kita juga evaluasi, baik provinsi kabupaten kota dengan tidak memberlakukan PSBB. Tapi pula menjalankan kebijakan physical distancing, menerapkan protokol kesehatan secara ketat pada kehidupan sehari-hari, ” kata dia.

Jokowi mengakui kalau ada sejumlah daerah yang lulus menekan angka penyebaran virus corona tanpa menerapkan kebijakan PSBB. Tetapi, dia tak mengungkapkan daerah mana saja yang berhasil.

“Kita tahu bahwa sudah ada 4 provinsi dan 72 kabupaten/kota yang melaksanakan PSBB. (Ada) juga provinsi, kota/kabupaten yang belum melaksanakan PSBB, tetapi memakai cara yang lain yang saya lihat juga tersedia yang berhasil, ” jelas Jokowi.

Dia memastikan negeri akan terus mengevaluasi pelaksanaan pada setiap daerah. Berdasarkan hasil pertimbangan, Jokowi menuturkan ada sejumlah daerah yang mampu menurunkan jumlah kasus per hari.

Walaupun begitu, ada pula daerah yang tidak mengalami perubahan seperti sebelum penerapan PSBB.

“Hal seperti ini perlu digarisbawahi, tersedia apa, kenapa, ” tutur Jokowi. [noe]

Back To Top