Heboh Karung Beras Bantuan Pemerintah Mengambil Gubernur Sultra Ali Mazi

Berita

Heboh Karung Beras Bantuan Pemerintah Mengambil Gubernur Sultra Ali Mazi

Merdeka. com – Karung beras mengambil wajah Gubernur Sultra Ali Mazi, memancing kehebohan saat pandemi Covid-19 di Sulawesi Tenggara. Ribuan goni berisi beras, rencananya disalurkan pada warga kurang mampu.

Kehebohan berawal ketika karung padi yang terbuat dari nilon, disablon dengan gambar wajah orang nomor satu di Sulawesi Tenggara. Memotret karung yang ramai beredar dalam media sosial, memancing kritik dari mantan Anggota KPK La Ode Muhammad Syarif. La Ode Syarif menulis dalam cuitannya di Twitter, menulis “Photo Gubernur Sultra dalam Pembungkus Bantuan”.

“Kira-kira, berapa ongkos photo di pada setiap kantong itu? ” Itu Bantuan pemerintah pakai uang rakyat, tidak pakai uang pribadi. Kalau memakai uang pribadi pun, lebih luhur tidak pakai photo. Tangan kanan memberi, tangan kiri tidak pendidikan, ” tulis La Ode Muhammad Syarif dalam akun Twitter miliknya, Selasa (5/5).

La Ode Syarif mengatakan, tidak pantas bungkusan logistik untuk warga invalid mampu ada foto kepala daerah. Menurutnya, ada biaya yang tak sedikit yang dikeluarkan untuk menyablon foto bergambar wajah gubernur pada ribuan karung beras untuk masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

“Bantuan buat pandemi Covid-19 jangan dijadikan ajang pamer kebajikan karena Allah SWT tidak menyukai orang yang riya, ” ujarnya dalam pesan singkat.

Tanggapan La Ode Syarif, sesudah adanya informasi nilai anggaran untuk penanganan Covid-19 di Sulawesi Tenggara sebesar Rp300 miliar untuk pemasokan. Anggaran sebesar ini, juga diporsikan untuk penanganan pembelian alat PCR dan test swab untuk daerah Sultra.

Setelah informasi soal karung beras bantuan buat warga bergambar wajah gubernur cerai-berai di media sosial, sejumlah wartawan dilarang meliput di area Rujab Gubernur Sultra, Rabu (6/5).

Padahal, saat yang cocok, Gubernur melantik Wakil Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, kurun sisa masa jabatan 2017-2022. Pemungutan sumpah jabatan Wakil Wali Kota Kendari ini, luput dari pandangan puluhan awak media.

Penyebabnya, sejumlah awak media yang meminta izin masuk kepada aparat tidak diizinkan masuk oleh kira-kira petugas Polisi Pamong Praja yang berjaga di pintu masuk.

“Selain tamu undangan dilarang hadir. Itu arahan langsung dari protokoler, ” kata Satpol PP yang bertugas melakukan penjagaan di kemungkinan masuk Rumah Jabatan Gubernur Sultra, La Fila.

Dia mengatakan, hanya ditugaskan menjaga pintu masuk. Sehingga, yang bisa merembes hanya sesuai dengan daftar yang ada. Dia pun meminta maaf kepada awak media dan mengucapkan hanya sebatas menjalankan tugas bertemu arahan pimpinan.

Setelah dicek, ternyata ada beberapa kuli yang mendapat undangan melalui medianya, diizinkan masuk. Beberapa media ini, diberikan izin masuk setelah memperlihatkan undangan.

“Media mereka, ada kerja sama dengan Pemprov. Kami ini tidak, ” perkataan Amid, salah seorang wartawan jalan online.

Saat kuli hendak mengklarifikasi soal bantuan padi dalam karung bergambar wajahnya, Gubernur Sultra Ali Mazi menyatakan, tumpuan ini berasal dari masyarakat Sultra, bukan dari pusat.

Kemudian, wartawan yang bertanya soal sablon bergambar wajahnya, Ali Mazi mengatakan tidak tahu.

“Tidak tahu, yang buat daripada langit, ” katanya.

Wartawan kembali mencecar Ali Mazi soal sumber anggaran pembuatan cetakan apakah berasal dari APBD, tetapi dia justru meminta wartawan buat mencari tahu sendiri. Ali Mazi bahkan menanyakan apa kepentingan umum mau tahu soal anggaran.

Begitu pun, saat kembali dimintai jawaban soal jumlah pemasokan yang akan disalurkan, dia mengucapkan tidak tahu. “Tanya pada suket yang bergoyang lah, ” ujar Ali Mazi.

“Saya ndak ada kepentingan mau calon gubernur lagi ke depannya. Ana upayakan ini transparan penyalurannya, ” lanjut Ali Mazi.

Dipertanyakan soal alasan wajah Pengantara Gubernur Sultra Lukman Abunawas tidak ikut dipasang dalam Karung, dia menyuruh kembali membuka undang-undang. [cob]

Back To Top