enam Alasan Mengapa Generasi Milenial Enggan Buru-Buru Melepas Posisi Lajang

Berita

enam Alasan Mengapa Generasi Milenial Enggan Buru-Buru Melepas Posisi Lajang

Merdeka. com – Sebagian luhur orangtua ingin anak-anak mereka hidup mapan sejak dini. Jika menggunakan persepsi lazim, tentunya mapan yang dimaksud di sini adalah menikah dan memiliki penghidupan yang layak di usia 20-an. Namun anak-anak yang muncul di tengah generasi milenial mungkin tak selalu seideologi.

Meskipun banyak anak muda yang sudah bercita-cita settled sesegera barangkali seperti harapan orangtua, tak sedikit juga yang menetapkan jalan hidup berbeda.

Ini sebagian luhur karena masyarakat baru membakar mereka untuk mandiri & berhasil dalam hidup serta generasi baru ingin membawanya ke tingkat berikutnya. Itu menginginkan lebih dari kehidupan daripada orangtua mereka.

Kaum milenial memiliki pandangan dan pemikiran yang berbeda terkait hubungan serta lajang. Inilah beberapa alasan mengapa generasi milenial lebih suka melajang daripada kudu buru-buru untuk hubungan masa panjang.

1. Berorientasi pada Karir

Mereka sangat berorientasi pada karir dan mau fokus membangun kehidupan serta karir sebelum terjun ke dalam hubungan yang membutuhkan banyak waktu dan tenaga. Mereka ingin memelihara penghidupan mereka sebelum memelihara nafsu dan hubungan.

2. Menginginkan Kebebasan

Mereka menginginkan kebebasan alih-alih terikat pada kepala orang. Mereka menginginkan kemandirian mereka sendiri dan mendirikan pilihan tanpa harus merancang orang lain. Mereka mau mengeksplorasi hubungan sebelum terikat pada satu orang.

3. Mendambakan Ikatan yang Bermakna

Mereka mendambakan hubungan yang lebih serius, berjangka panjang dan bermakna. Mereka lebih suka meluangkan waktu itu sendiri untuk mempersiapkan moral untuk hubungan yang betul-betul. Menjadi lajang adalah cara yang tepat untuk melakukannya.

4. Fokus pada Tujuan Sosial

Pertama-tama mereka ingin fokus pada peningkatan umum dan mereka semua memiliki tujuan sosial yang mereka perjuangkan dengan penuh temperamen. Mereka menginginkan masyarakat yang lebih baik sebelum kasmaran. Mereka menginginkan masyarakat pada mana cinta dan ikatan mereka dapat berkembang & mereka mengusahakannya.

5. Ogah Ribet

Kaum milenial tak ingin tahan dengan kerumitan hubungan dan pernikahan serta drama keluarga di periode muda mereka. Mereka mau fokus pada hal-hal lain dan meluangkan waktu untuk membangun kehidupan keluarga.

6. Ingin Bersekolah Mencintai Diri Sendiri Dulu

Sebelum menjumpai orang lain untuk dicintai, mereka ingin mencintai muncul mereka sendiri. Mereka lebih fokus pada cinta muncul dan menikmati kebersamaan itu sendiri. Mereka membangun hubungan sosial sebelum membangun ikatan berdasarkan cinta.

Mungkin tidak semua tingkatan milenial punya pikiran sesuai ini. Namun satu kejadian yang tampaknya disadari tingkatan ini, kebahagiaan bisa diperoleh lewat banyak cara & komitmen bukan cuma semata-mata pemenuhan ekspektasi sosial yang dilegitimasi negara.

Reporter: Gayuh Tri Pinjungwati
Sumber: Fimela. com [tsr]

Back To Top