Dugaan Korupsi di Askrindo, Kejagung Periksa Tiga Mantan Direktur Sebagai Saksi

dugaan-korupsi-di-askrindo-kejagung-periksa-tiga-mantan-direktur-sebagai-saksi-1
Berita

Dugaan Korupsi di Askrindo, Kejagung Periksa Tiga Mantan Direktur Sebagai Saksi

Merdeka. com berantakan Kejaksaan Agung melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah orang saksi terkait kasus dugaan korupsi kakap di perusahaan BUMN. Mereka diperiksa terkait Pengelolaan Keuangan PT. Askrindo Mitra Pati (PT. AMU) Tahun Anggaran 2016 s/d 2020.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengucapkan, saksi yang diperiksa di Selasa (3/8) yaitu sebanyak tiga orang.

“FB selaku Direktur Kepatuhan dan SDM PT. Askrindo periode 2016 s/d 2020, diperiksa terkait penerimaan uang biaya operasional dari Sdr. WW selaku eks Plh. Dirut PT. Askrindo Pacar Utama (AMU), ” logat Eben dalam keterangannya, Selasa (3/8).

Lalu, AFAS selaku Direktur Operasional dan Ritel PT. Askrindo periode 2017 s/d 2020, diperiksa terkait penerimaan kekayaan biaya operasional dari WW selaku eks Plh. Dirut PT. Askrindo Mitra Utama (AMU).

“A selaku Mantan Direktur Pemasaran Ritel PT. Askrindo, diperiksa terkait alur keuangan bea operasional PT. AMU, ” ujarnya.

Eben menjelaskan, pemeriksaan saksi dengan dilakukannya itu untuk menyerahkan keterangan untuk kepentingan penyidikan kasus tersebut.

“Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna hajat penyidikan tentang suatu pasal pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami tunggal guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada PT. Askrindo Mitra Utama (PT. AMU), ” jelasnya.

Selain itu, penyeliaan saksi ini juga dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan tubuh Covid-19 yang ada. Kejadian ini mengingat, Indonesia sedang dilanda pandemi Covid-19.

“Pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan mengikuti secara ketat protokol kesehatan antara asing dengan menerapkan 3M, ” tutupnya.

Sebelumnya, Direktur Penyidik Jaksa Mulia Muda Tindak Pidana Istimewa (Dirdik JAMPidsus) Febrie Adriansyah menyebutkan kasus dugaan tipikor PT AMU sudah naik tahap penyidikan.

Ia menjelaskan, kasus itu menyangkut pengelolaan keuangan dalam PT AMU (anak kongsi PT Askrindo) yang tersedia kaitannya dengan kebijakan-kebijakan perusahaan induk.

“Jadi terkait pengelolaan keuangan. Kita melihat ada penyimpangan di dalam pengelolaan itu yang membuat kerugian di Askrindo, ” kata Febrie. [ded]

Back To Top