Dipicu Masalah Uang Damai, Petani dalam Musi Rawas Aniaya Tetangga

Dipicu Masalah Uang Damai, Petani dalam Musi Rawas Aniaya Tetangga
Berita

Dipicu Masalah Uang Damai, Petani dalam Musi Rawas Aniaya Tetangga

Merdeka. com – Seorang petani bernama Adis (40) ditangkap polisi karena melaksanakan penganiayaan terhadap tetangga, Senen (60). Motifnya karena tak terima kekayaan damai yang diminta tidak dikasih.

Penganiyaan itu terjadi saat korban sedang buang tahi di pinggiran sungai di kampungnya di Desa Muara Nilau, Kecamatan Selangit, Musi Rawas, Sumatera Daksina, Rabu (2/9) malam. Pelaku datang bersama keponakannya, Saldi, menemui objek.

Pelaku bermaksud menodong uang damai kepada korban dengan menuduh keponakannya mencuri ayam. Mengiakan tak memiliki uang, korban tak bersedia memberikan uang itu jadi membuat pelaku naik pitam.

Pelaku lantas mengambil sundal di memukulkannya ke kepala target sebanyak dua kali. Korban terluka parah sehingga dilarikan warga ke puskesmas untuk perawatan.

Kapolres Musi Rawas AKBP Efrannedy mengatakan, tersangka ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan sepekan setelah petugas menerima laporan korban. Tersangka berdalih kesal dengan korban yang menyangka keponakannya mencuri ayam dan segan memberikan uang damai.

“Tersangka memukul kepala korban dengan batu dan terluka parah. Itu tinggal bertetangga, ” ungkap Efrannedy, Rabu (16/9).

Berasaskan perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan risiko dua tahun penjara dan barang bukti batu ukuran sedang. Efrannedy mengimbau warga tidak mudah tersulut emosi menghadapi masalah dan baiknya minta ditengahi oleh pemerintah setempat atau kepolisian agar kasusnya mampu diproses secara hukum.

“Jangan main hakim sendiri, selesaikan dengan baik atau upaya dasar, ” imbaunya. [ray]

Back To Top