Dasar Pelaku Pembakaran Mimbar Masjid Raya Makassar

motif-pelaku-pembakaran-mimbar-masjid-raya-makassar-1
Berita

Dasar Pelaku Pembakaran Mimbar Masjid Raya Makassar

Merdeka. com kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Besar Makassar menangkap tersangka pembakaran mimbar Masjid Raya Makassar. Tersangka pembakaran diketahui berinisial KB (22) dan ditangkap di Bulevar Tinumbu, Kecamatan Bontoala, Makassar.

Kepala Polrestabes Makassar, Komisaris Besar Witnu Urip Laksana mengatakan pengungkapan tersangka pembakaran berawal daripada keterangan saksi dan rekaman CCTV yang ada di Masjid Raya. Witnu mengucapkan pelaku ditangkap pada jam 14. 00 Wita dalam Jalan Tinumbu, Kecamatan Bontoala, Makassar.

“Dari keterangan saksi dan CCTV berhasil kita identifikasi terkira pelaku yang melakukan pembakaran mimbar. Pukul 14. 00 wita kami mendapat keterangan bahwa pelaku berada dalam jalan Tinumbu dan menyimpan pelaku, ” ujarnya masa jumpa pers di Mapolrestabes Makassar, Sabtu (25/9).

Berdasarkan pemeriksaan, Witnu mengatakan motif tersangka melakukan pembakaran karena sakit besar terhadap security Masjid Sundal yang mengusirnya saat padahal beristirahat. Witnu mengaku, tersangka sering beristirahat atau rebah di Masjid Raya Makassar.

“Motif pelaku karena sakit hati pada pengurus masjid, setiap pelaku datang untuk beristirahat ataupun tidur selalu dilarang oleh security. Ini motif pangkal yg kami dapatkan, ” tuturnya.

Selain itu, tersangka diduga adalah pengguna narkoba. Meski serupa itu, terkait hal tersebut pihaknya masih akan melakukan pengkajian.

“Kita bakal lakukan tes urine. Ini akan kita lakukan pengembangan keterkaitan pelaku dengan pengedar narkoba, ” ungkapnya.

Witnu mengatakan pada kejadian tersebut, sejumlah barang bukti diamankan seperti sajadah yang digunakan tersangka menghasut mimbar, Alquran yang melalak.

“Selanjutnya model mimbar yang dibakar oleh tersangka. Alquran yang melalak karena letaknya berada dalam sekitar mimbar khutbah, ” ucapnya.

Kelanjutan perbuatannya, KB terancam dijerat Pasal 187 ayat satu dan 2 KUHP. Witnu mengaku pasal tersebut intimidasi hukuman di atas 15 tahun penjara. [ded]

Back To Top