Curhat Calon Pengantin Terimbas PPKM, Hubungi 250 Undangan Batalkan Acara

curhat-calon-pengantin-terimbas-ppkm-hubungi-250-undangan-batalkan-acara-1
Berita

Curhat Calon Pengantin Terimbas PPKM, Hubungi 250 Undangan Batalkan Acara

Merdeka. com – Selama implementasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Klub (PPKM) level 4, pemberlakuan diperpanjang sampai 9 agustus 2021. Pemerintah membatasi kegiatan masyarakat guna mencegah timbulnya kerumunan.

Perasaan kecewa dialami oleh Silfi Pradila, calon pengantin yang terpaksa mengundurkan hari bilangan tersebut. Rencananya untuk menikah 18 juli kemarin terpaksa diundur hingga 15 September sebagai upaya masyarakat mematuhi peraturan pemerintah. Ia kendati sudah menyiapkan secara rancangan pernikahan tersebut.

“Sudah hampir 100 tip, mungkin 90 persenan DP (Down Payment) untuk per sudah diputuskan dan barangkali hangus, akhirnya harus cari lagi, Sudah DP hiasan dekorasi, Alhamdulillah bisa dilanjutkan nanti. Undangan harus dibuang dan bikin lagi, souvenir mungkin masih bisa dipakai walaupun tanggalnya nanti asing. ”

“Makanan/belanjaan ada yang busuk ataupun expired untungnya ada kurang belanjaan yang belum expired bisa dikembalikan ke tokonya dan bisa diganti nanti kalau jadi resepsi, sebagian ada yang masih mampu disimpan. Beras yang telah disiapkan jadi banyak kutu, ” ujarnya saat berbincang dengan merdeka. com (6/8).

Hal serupa dialami Joanna Gracia, dia mengerti keadaan seperti sulit dan jika dilaksanakan pula memiliki risiko yang benar besar. Namun menurutnya, kecendekiaan pemerintah mengambil keputusan PPKM setiap 2 pekan menyusahkan mereka untuk mengambil keputusan.

“Karena dengan dirugikan atas keputusan yang menggantung bukan hanya untuk pengantin. Namun, vendor-vendor lain pun terkena dampaknya. ”

Lebih parahnya, ia mengatakan 250 seruan yang sudah disebarkan terpaksa dibatalkan. Ia juga harus menghubungi tamunya satu-persatu.

Dana yang telah ia bayar lunas putus sebesar 25 persen serupa gedung, katering, hingga ornamen. Ia pun masih gelagapan untuk melanjutkan pestanya pada tempat yang sama atau tidak.

“Karena belum tahu kapan mampu diadakan resepsinya. Walaupun reschedule di tempat yang setara tetap ada charger nya pula, ” ungkapnya.

Banyak Calon Mempelai Batalkan Pesta

Vendor maupun Wedding Organizer pun mengalami buah PPKM Darurat ini. LifeMoment Organizer mengatakan selama PPKM Darurat ini merupakan masa terbanyak pengantin mengundurkan rencana pernikahan selama pandemi berlaku.

Pengunduran tanggal tersebut membuat wedding organizer harus mengatur kembali rencana antara klien dan vendor dengan mencari tanggal dengan paling tepat.

“Untuk mengatur ulang rancangan acara. Biasanya Lifemoment bakal suggest kepada klien untuk memilih tiga option agenda pernikahan dari klien. lalu setelah itu ajukan ke pihak venue , kemudian ke bagian MUA yang bersifat awak, dan baru kepada vendor-vendor lainnya. Diambil tanggal dengan win-win solution untuk dijalankan klien dan vendor, ” ujar Meity pemilik LifeMoment.

Pastinya setiap vendor dan wedding organizer ada kebijakan tersendiri. Sehingga hal seperti ini tidak bisa disamaratakan.

Protokol Kesehatan Resepsi Pernikahan

Tidak hanya menerapkan program 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak Life moment kerap saling mengingatkan konsumen hingga tamu agar tidak lalai dalam menjalankan protokol kesehatan.

“Pihak Lifemoment juga membantu memastikan penjagaan jarak saat bagian foto, dan demi kebaikan, pihak WO tidak menyambut bantuan foto melalui handphone tamu, ” ujarnya.

Terkait dengan aturan kesehatan pada umumnya, dikerjakan juga swab antigen pada kru, pengantin dan anak pengantin.

Yudi, pemilik Fedora wedding organizer mengatakan dikarenakan keadaan ekonomi setiap klien berbeda, hal tersebut yang membuat tak semua calon pengantin memberikan fasilitas seperti swab/antigen untuk kru dan keluarga.

“Tergantung request lantaran mempelai kalau pesta membuang ke atas biasa kru dites. Untuk pesta membuang ke bawah jarang atau tidak pernah, ” ujarnya kepada Merdeka, jumat (6/8).

Omzet Tidak Sama

Meity mengatakan, semasa pandemi sejak 2020 ini tetap diberikan kepercayaan buat penambahan klien. Sehingga omzet mengalami pergerakan kenaikan. Tetapi tak jarang juga wedding organizer lainnya yang merasai penurunan omzet akibat pandemi ini.

Berada di bidang pencarian dengan sama, Yudi, mengatakan bahwa dampak pandemi ini menghasilkan usaha miliknya mengalami penurunan omzet mencapai 50 persen.

Meski begitu, mereka kerap memberikan promo di media sosial berupa flash sale hingga bentuk paket pernikahan untuk wedding saat ini hingga 2022.

Reporter Magang: Leony Darmawan [rhm]

Back To Top