Berniaga 5 Ha Lahan Hak Orang Lain, Eks Kades di Klungkung Ditangkap Satgas Mafia Tanah

jual-5-ha-lahan-milik-orang-lain-eks-kades-di-klungkung-ditangkap-satgas-mafia-tanah-1
Berita

Berniaga 5 Ha Lahan Hak Orang Lain, Eks Kades di Klungkung Ditangkap Satgas Mafia Tanah

Merdeka. com berantakan Seorang mantan kepala desa (Kades) di Klungkung, I Ketut Tamtam (53), ditangkap Satgas Mafia Tanah Bali. Tempat disangka telah menjual negeri milik orang lain seluas 5 hektare (Ha) lebih.

Satgas Mafia Tanah Bali terdiri daripada petugas Ditreskrimum Polda Bali dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Bali. “Tersangka menjadi TO (Target Operasi) Satgas Mafia Tanah dalam Polda Bali ini. Kasusnya sudah P21 hari tersebut, ” kata Direskrimum Polda Bali Kombes Ary Satriyan di Mapolda Bali, Selasa (14/9).

Kejadian ini berawal pada tarikh 2012, saat itu dari pemilik tanah I Nyoman Tangkas dan Gusti Ketut Indra mau melakukan pulih nama. Mereka menitipkan dokumen lahan itu kepada simpulan sebagai Kepala Desa.

Lahan itu berisi dari 4 bidang tanah yang berlokasi di Kampung Bunga Mekar, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Total luas tanah 55. 520 M2 atau 5 Ha lebih.

“Kebetulan tersangka ini adalah seorang Kepala Desa di sana. Surat-surat untuk pengalihan pulih nama itu diserahkan semua kepada tersangka untuk dibalik nama atas nama tempat (pemilik tanah awal), ” imbuh Ary.

Kenyataannya, tersangka malah tak memproses balik nama cocok keinginan pemiliknya. Dia malah membuat dokumen atas namanya sendiri.

Selanjutnya, pada 2016 tersangka mendatangi Ni Made Murniati. Dia menawarkan 4 bidang negeri itu. Korban pun gandrung sehingga tersangka dan objek mendatangi Kantor Notaris Putu Puspajana di Jalan Puputan, Kabupaten Klungkung, Bali.

Di hadapan notaris, mereka memohon agar dibuatkan akta perjanjian perikatan berniaga beli terkait bidang negeri yang akan ditransaksikan. Berarakan, tersangka menjual tanah pada korban dengan nilai Rp832. 950. 000, dan tersangka menerima uang tersebut.

“Di Tahun 2016, karena tanah ini sudah balik nama atas tanda tersangka, dia tawarkan pada korban. Dan tersangka menjamin bahwa tanah ini tak ada sengketa dan tak ada masalah. Korban gandrung kemudian dilakukanlah jual kulak di hadapan notaris & disepakati untuk harga negeri tersebut dan dibuatkanlah PPJB antara tersangka dengan korban, ” ungkapnya.

Namun, pada Tahun 2018 pemilik tanah awal yaitu I Nyoman Tangkas & Gusti Ketut Indra pendidikan bahwa tahahnya dijual sebab dipasangi pelang. Dia melayani kroscek lalu menggugat tersangka dan korban ke Mahkamah Negeri Semarapura.

“Kemudian, maju di Meja hijau Negeri dan Pengadilan Luhur sampai dengan ke Majelis hukum Agung dan inkrah, kalau pembuatan SHM itu melayani hukum sehingga harus dikembalikan kepada pemilik awal, ” jelasnya.

Target tidak terima karena telah ditipu. Dia melaporkan Tamtam ke Mapolda Bali. Morat-marit, Satgas Mafia Tanah Bali lalu melakukan penyelidikan hingga akhirnya menetapkan sang bekas lurah sebagai tersangka.

“Untuk kasus yang ini tersangka melakukan tunggal, dia yang memalsukan. Sebab dia sebagai kepala desa dan dia sendiri yang melakukan kegiatan ini, ” tutup Ary. [yan]

Back To Top