Bermaksud Kabur, Pelaku Rudapaksa Anak buah Ditangkap di Bandara El Tari Kupang

hendak-kabur-pelaku-rudapaksa-keponakan-ditangkap-di-bandara-el-tari-kupang-1
Berita

Bermaksud Kabur, Pelaku Rudapaksa Anak buah Ditangkap di Bandara El Tari Kupang

Merdeka. com awut-awutan IYM alias Ibrahim alias Amos, paman yang melakukan rudapaksa pada keponakannya usia pada bawah umur ditangkap aparat Polres Timor Tengah Selatan (TTS). Sebelumnya, IYM tak memenuhi panggilan penyidik & coba melarikan diri.

“Tersangka tidak memenuhi panggilan penyidik. Tersangka bahkan melarikan diri sejak tanggal 22 Agustus 2021 dari Daerah Tuasene tempat tinggal tersangka dan akan berangkat ke Surabaya , Jawa Timur, ” jelas Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Mahdi Ibrahim, jumat (27/8).

Mendapatkan informasi itu, polisi buru-buru mencegat tersangka di Bandara El Tari Penfui Kupang dan langsung dibawa ke SoE untuk diperiksa dalam Polres TTS.

IYM tidak berkutik kala ditangkap polisi. Pengakuan objek, IYM selalu mengancam hendak membunuhnya bila tidak bakal menuruti keinginan melakukan persetubuhan.

Sebelumnya, NNM (16) warga Kecamatan Mollo Selatan menjadi korban pelanggaran dan pemerkosaan selama dua tahun. Pelaku adalah om kandungnya IYM (49) nama lain Ibrahim.

Semenjak tahun 2019 hingga bulan Juli 2021, NNM terpaksa melayani napsu bejat pamannya karena di bawah lagu dan terus diancam dibunuh jika menolak.

Sudah tidak tahan secara perlakuan pamannya, NNM kemudian menceritakan semua penderitaannya kepada pamannya yang lain.

Pengaduan korban yang rampung sekolah karena kedua orangtua kandungnya berpisah itu langsung diteruskan ke polisi sesuai laporan nomor LP/B /182/VII/2021/SPKT Polres TTS.

Informasi yang dihimpun, sejak ayah dan ibunya berpisah, korban tinggal dengan neneknya MMD alias Maria, dengan merupakan ibu kandung karakter di Desa Tuasene, Kecamatan Mollo Selatan.

Korban mengaku mengalami kebengisan seksual tersebut pertama kala di rumah pelaku dengan juga paman kandungnya. Awalnya pada bulan September 2019 silam, nenek korban MMD mengajak istri pelaku ke kota SoE untuk sebuah urusan.

MMD kemudian menitipkan korban ke rumah pelaku, karena MMD dan istri akan menginap di rumah kerabat dalam Kota SoE.

Bukannya melindungi korban, pelaku malah memanfaatkan kesempatan tersebut.

“Berani lu (kamu) cerita kepada orang lain maka saya mau bunuh lu hingga pasif, ” ujar korban menirukan ancaman pelaku saat diperiksa polisi di Mapolres TTS, Selasa (24/8). [lia]

Back To Top