Belum Mau Komentar, ICW Nanti Somasi Tertulis Moeldoko Soal Ivermectin

belum-mau-komentar-icw-tunggu-somasi-tertulis-moeldoko-soal-ivermectin-1
Berita

Belum Mau Komentar, ICW Nanti Somasi Tertulis Moeldoko Soal Ivermectin

Merdeka. com – Kepala Jawatan Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko melalui kuasa hukumnya, Otto Hasibuan melayangkan somasi kepada Indonesia Corruption Watch (ICW). Somasi berkaitan dengan tuduhan ICW yang menyebut Moeldoko terlibat dalam bisnis obat terapi Covid-19 Ivermectin.

Terkait hal itu, Koordinator ICW Adnan Angin ribut Husodo menyebut ICW belum bisa memberikan keterangan apapun.

“Kami datang saat ini belum memperoleh somasi tertulisnya dari pak Moeldoko, sehingga kami belum bisa memberikan tanggapan bertambah jauh, ” ujar Adnan dalam keterangannya, Kamis (29/7).

Adnan menyatakan ICW masih menunggu somasi tertulis dari pihak Moeldoko.

“Jadi kami lebih baik menunggu dulu somasi tertulisnya, dari di dalam salah memberikan respons. Karena kadang apa yang disampaikan secara lisan dengan apa yang ditulis bisa berbeda, ” kata dia.

Sebelumnya, Kuasa Norma Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, Otto Hasibuan meminta Indonesia Corruption Watch (ICW) membuktikan temuannya terpaut tuduhan atau tudingan terhadap kliennya yang terlibat di bisnis obat terapi Covid-19 Ivermectin.

“Saya meminta memberikan kesempatan kepada ICW 1×24 jam buat membuktikan tuduhannya bahwa klien kami terlibat dalam perputaran Ivermectin dan terlibat di dalam bisnis impor beras, ” kata Otto dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (29/7).

Apabila hal itu tak bisa dilakukan ICW, maka Moeldoko disebut Otto akan menegurnya untuk mencabut pernyataan & meminta maaf secara terbuka kepada kliennya tersebut melalaikan media cetak serta media elektronik.

“Kita berikan kesempatan buktikan zaman ICW saudara Egi buktikan, mana bukti kapan Pak Moeldoko atau HKTI bekerjasama dengan Noor Pay melaksanakan impor beras itu pustaka, ” ungkapnya.

“Kalau ada bukti, silakan buka ke publik. Akan tetapi kalau anda tidak bisa membuktikan, kami tidak langsung lapor. Kami minta anda mencabut pernyataan anda dengan terbuka juga melalui jalan massa, ” sambungnya.

Otto menegaskan, kalau ICW tak dapat membuktikan tuduhannya tersebut dan tak melakukan permohonan maaf. Oleh sebab itu pihaknya akan melaporkan situasi tersebut kepada pihak dengan berwajib.

“Kalau 1×24 jam sejak press release ini kami sampaikan kepada ICW, saudara Egi Primasyogha (peneliti ICW) tak membuktikan tuduhannya, dan tak mencabut ucapannya, tidak bersedia meminta maaf kepada konsumen kami secara terbuk, saya akan melaporkan kasus ini kepada yang berwajib, ” tegasnya.

Reporter: Fachrur Rozie

Sumber: Liputan6. com [bal]

Back To Top